JOGJA - Memasuki akhir tahun, intensitas hujan mulai meningkat dan merata di berbagai daerah, termasuk Jogja.
Kondisi itu turut memengaruhi jalannya kompetisi BRI Super League 2025/2026, khususnya dalam hal dinamika permainan di lapangan.
Kapten PSIM Reva Adi Utama turut memberi pandangan terkait pertandingan yang digelar pada musim hujan seperti saat ini.
Pemain asal Makassar ini menyampaikan, terdapat dua sisi dalam menjalani pertandingan saat hujan.
Menurutnya, dari sisi positif, cuaca yang dingin membuat atmosfer bermain menjadi lebih nyaman dibandingkan suhu panas terik yang bisa menguras tenaga para pemain.
"Kalau main mendung atau hujan itu enaknya cuaca dingin, lebih enak mainnya daripada panas terik," katanya Senin (24/11/2025). Reva menambahkan, kondisi itu terasa cukup ideal ketika bermain di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul.
Ia menilai lapangan di SSA memiliki kualitas rumput dan drainase yang baik, sehingga permainan tetap berjalan normal meski hujan turun.
"Karena lapangan dan drainase di SSA juga bagus. Jadi tidak ada masalah," ungkapnya.
Namun Reva tak menampik situasi bisa berubah menjadi tantangan berat apabila lapangan mulai tergenang air akibat hujan deras.
Genangan air dapat menghambat laju bola, mengganggu kontrol permainan, hingga memaksa pemain mengeluarkan tenaga ekstra.
"Kalau hujannya kelewat deras, sampai ada genangan air itu malah berat. Bikin lebih mudah capek," tuturnya.
Meski demikian, ia menilai secara umum kualitas drainase stadion di Indonesia terbilang cukup baik dan sejauh ini curah hujan yang turun masih dalam batas wajar, sehingga tidak terlalu mengganggu pertandingan.
"Sejauh ini masih aman. Lagi pula sebagai pemain profesional juga harus siap," ulasnya.
Dalam konteks latihan, Reva menegaskan tim tetap menjalankan program secara normal, meskipun hujan intens turun.
Persiapan fisik dan taktik tetap dilakukan seperti biasanya. "Latihan tetap sama, walaupun hujan ya kita tetap gas saja latihan," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun