Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Reuni Final Liga 2 di Super League, PSIM Jogja dan Bhayangkara FC Siap Tarung Panas di SSA Bantul

Fahmi Fahriza • Sabtu, 22 November 2025 | 02:06 WIB
KEMBALI BERTEMU: Sesi konferensi pers sebelum pertandingan antara PSIM Jogja melawan Bhayangkara FC.
KEMBALI BERTEMU: Sesi konferensi pers sebelum pertandingan antara PSIM Jogja melawan Bhayangkara FC.

JOGJA - PSIM Jogja akan menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-13 BRI Super League 2025/2026. Laga yang digelar di Stadion Sultan Agung (SSA), Bantul, Sabtu sore (22/11) ini diprediksi berlangsung panas, mengingat kedua tim sama-sama berstatus tim promosi yang musim lalu saling berhadapan di final Pegadaian Liga 2 2024/2025.


Dalam final lalu, PSIM keluar sebagai juara setelah mengalahkan Bhayangkara dengan skor 2–1. Kini kedua tim kembali bertemu di level kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia, dengan kondisi persaingan klasemen yang juga sangat ketat. PSIM sementara berada di peringkat lima dengan raihan 19 poin, sementara Bhayangkara menempel ketat di posisi enam dengan 18 poin.


Sebelum pertandingan, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel menilai pertandingan ini akan menjadi ujian berat bagi timnya. Ia menegaskan kualitas Bhayangkara tidak bisa dipandang sebelah mata.


"Bhayangkara saat ini berada di posisi klasemen persis di bawah kita. Dan bagi saya, setiap pertandingan adalah penting dan berat. Tidak ada pertandingan yang benar-benar mudah," ujar Van Gastel Jumat (21/11).


Ia menambahkan, penampilan Bhayangkara juga baik sebagai tim promosi dan tren mereka di beberapa laga terakhir juga bagus. Sehingga harus benar-benar diwaspadai.
Secara pribadi Van Gastel menilai disiplin dan organisasi permainan Bhayangkara menjadi kekuatan utama yang harus diwaspadai.


"Mereka punya organisasi permainan yang bagus dengan disiplin permainan yang harus diwaspadai. Dari sudut pandang saya, mereka bisa bermain stabil karena disiplin itu," katanya.


Terkait kondisi tim, PSIM masih menunggu keputusan akhir mengenai kesiapan dua pemain yang baru kembali dari pemanggilan Timnas Indonesia U-23, yaitu Cahya Supriadi dan Raka Cahyana. Selain itu memantau kondisi Rahmatsho Rahmatzoda yang mengalami sedikit masalah fisik.


"Kami akan membuat keputusan apakah mereka bisa bermain atau tidak. Khususnya untuk Raka karena sebelumnya dia memainkan dua pertandingan penuh bersama Timnas Indonesia. Dan Rahmatsho yang sedikit mengalami masalah juga akan kami lakukan pemantauan terakhir hari ini," ucap Van Gastel.


Sementara itu di kubu lawan, Pelatih Bhayangkara FC Paul Munster menegaskan, timnya datang ke markas PSIM dengan fokus penuh untuk membawa pulang hasil positif. "Persiapan tim kami bagus, dan kami sangat fokus pada pertandingan melawan PSIM Jogja ini. Kami sudah menyiapkan strategi untuk menghadapi tuan rumah," katanya.


Dalam pertandingan ini, Munster memastikan gelandang tengah Christian Ilic harus absen akibat akumulasi kartu. Namun menurutnya, kondisi itu membuka ruang bagi pemain lain menunjukkan kapasitas mereka.


"Ilic harus absen karena akumulasi kartu. Tapi ini jadi kesempatan pemain lain untuk membuktikan dirinya layak dimainkan. Sangat penting untuk pemain pengganti menunjukkan performa terbaiknya," ujarnya.


Pertemuan kedua tim promosi yang musim lalu bersaing hingga partai final ini menjadi salah satu pertandingan paling ditunggu pada pekan ke-13. Ini sekaligus kesempatan bagi keduanya mempertegas posisi di papan atas klasemen. (iza/laz)

Editor : Sevtia Eka Novarita
#PSIM Jogja