Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Perselisihan Kylian Mbappe dan PSG Memanas, Saling Tuntut Finansial Yang Besar

Satria Putra Sejati • Selasa, 18 November 2025 | 17:02 WIB
Selebrasi Kylian Mbappe setelah mencetak gol dalam kemenangan Prancis 0-2 atas Ukraina di Kualifikasi Piala Dunia
Selebrasi Kylian Mbappe setelah mencetak gol dalam kemenangan Prancis 0-2 atas Ukraina di Kualifikasi Piala Dunia

RADAR JOGJA - Perselisihan hukum antara Paris Saint Germain dan Kylian Mbappe memanas pada hari Senin dengan kedua belah pihak mengajukan tuntutan finansial yang sangat besar.

Bintang Prancis ini dan mantan klubnya berselisih mengenai dugaan gaji yang belum dibayarkan, dan perselisihan finansial tersebut telah diperiksa oleh pengadilan industrial.

Mbappe, yang tidak menghadiri sidang, sebelumnya mengklaim bahwa ia berutang $63 juta (1 triliun) kepada sang juara bertahan Eropa.

Ia kini menuntut lebih dari $301 juta (5 triliun) dari klub, dengan alasan bahwa PSG berutang kepadanya karena kontrak jangka tetapnya harus direklasifikasi menjadi kontrak permanen.

Reklasifikasi semacam itu akan memicu kompensasi atas pemecatan yang tidak adil, gaji yang belum dibayarkan, bonus, dan pesangon.

Ia juga menuntut ganti rugi atas pelecehan moral, pekerjaan yang tidak dilaporkan, dan pelanggaran kewajiban PSG atas itikad baik dan keselamatannya.

"Kylian Mbappe tidak menuntut apa pun di luar ketentuan hukum. Dia hanya menuntut penegakan hak-hak hukumnya, sebagaimana yang akan dilakukan oleh pemain atau karyawan mana pun," ujar penasihat sang pemain dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, PSG menuntut total $510 juta (8,5 triliun) dari sang striker, termasuk $208 juta (3,4 triliun) atas 'hilangnya kesempatan' untuk menyelesaikan transfernya sejak ia pergi sebagai agen bebas setelah menolak tawaran $348 juta (5,8 triliun) dari klub Arab Saudi, Al Hilal, pada Juli 2023.

PSG mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka juga menuntut kompensasi atas pelanggaran itikad baik dalam negosiasi dan pelaksanaan kontrak, serta kerusakan reputasi dan citra.

Keputusan pengadilan diperkirakan akan keluar bulan depan. PSG berargumen bahwa ketika Mbappe menepi sebelum musim 2023/24 terdapat kesepakatan lisan yang menyatakan bahwa ia memilih untuk melepaskan bonus agar dapat kembali ke tim.

"Di hadapan pengadilan, klub telah mengajukan bukti yang menunjukkan bahwa sang pemain bertindak tidak loyal dengan menyembunyikan keputusannya untuk tidak memperpanjang kontrak selama hampir 11 bulan, antara Juli 2022 dan Juni 2023, sehingga menghilangkan kemungkinan klub untuk mengatur transfer," demikian pernyataan PSG.

"Sang pemain kemudian menggugat kesepakatan yang disepakati dengan klub pada Agustus 2023, yang mengatur pengurangan gaji jika ia memutuskan untuk pergi dengan status bebas transfer, demi menjaga stabilitas keuangan klub setelah investasi luar biasa yang telah dilakukan," lanjutnya pernyataan itu.

Kubu Mbappe menjawab bahwa PSG tidak pernah menunjukkan bukti kesepakatan untuk mengabaikan pembayaran-pembayaran ini.Ketika menuduh PSG melakukan pelecehan moral, Mbappe mengecam "lofting" yang diklaimnya telah dialami di klub tersebut.

Kata lofting digunakan di Prancis untuk menggambarkan praktik yang melibatkan pengucilan pemain dari skuad utama karena alasan olahraga, administratif, atau disiplin.

Mbappe memang tidak senang dengan perlakuan yang diterimanya oleh klub Ligue 1 tersebut ketika ia dipinggirkan sebelum musim 2023/24, menyusul keputusannya untuk tidak memperpanjang kontrak klub.

Mbappe bergabung dengan Real Madrid pada musim panas 2024 dengan status bebas transfer setelah mencetak rekor klub 256 gol dalam tujuh tahun di PSG, yang memenangkan Liga Champions tanpanya tahun ini.

Hubungannya dengan PSG berakhir di tengah ketegangan yang mendalam, karena klub merasa dikecewakan setelah menawarinya kontrak paling menguntungkan dalam sejarah klub ketika ia menandatangani kontrak baru pada tahun 2022.

Mbappe mengejutkan PSG setahun kemudian dengan memberi tahu klub bahwa ia tidak akan mengambil opsi perpanjangan satu tahun.

Dengan kontraknya yang hampir memasuki tahun terakhir, PSG terpaksa harus melepas Mbappe agar tidak kehilangannya secara cuma-cuma saat kontraknya berakhir. Mbappe bergabung dengan PSG dari Monaco dengan harga $209 juta (3,5 triliun) pada tahun 2017.

Setelah memberi tahu klub bahwa ia tidak akan memperpanjang kontraknya, Mbappe tidak diikutsertakan dalam tur pramusim ke Jepang dan Korea Selatan dan terpaksa berlatih dengan pemain-pemain cadangan.

PSG tidak memasukkan Mbappe dalam pertandingan liga pembuka musim itu, tetapi ia segera kembali ke dalam susunan pemain setelah negosiasi.

PSG membantah tuduhan pelecehan atau tekanan, dengan menyatakan bahwa Mbappe berpartisipasi dalam lebih dari 94% pertandingan resmi musim 2023/24 dengan semua keputusan olahraga dibuat oleh pelatih yang kini telah menjadi juara Liga Champions dan bahwa ia selalu bekerja dalam kondisi yang sesuai dengan Piagam Sepak Bola Profesional."

Editor : Satria Putra Sejati
#perselisihan #psg #Paris Saint Germain #pengadilan #Tuntutan #kylian mbappe