Datang dengan rekam jejak sebagai penyerang tengah ketika membela Persiraja Banda Aceh musim lalu, Corfe justru mendapatkan peran berbeda di bawah arahan Pelatih Jean Paul van Gastel.
Hingga pekan ke-12 kompetisi, Corfe telah tampil dalam sembilan pertandingan. Van Gastel lebih sering menempatkan pemain asal Inggris itu sebagai pemain sayap, baik di sisi kiri maupun kanan, bergantung kebutuhan taktik tim.
Posisi ini cukup berbeda dibanding musim 2024/2025 ketika ia lebih banyak berperan sebagai penyerang tunggal atau nomor 9.
Perubahan peran itu sempat membuat proses adaptasinya tidak mudah di awal musim. Namun belakangan Corfe menunjukkan perkembangan signifikan.
Gol perdananya musim ini yang ia cetak saat PSIM menghadapi Persis Solo pekan lalu, menjadi bukti bahwa ia mulai menemukan kenyamanan di posisi barunya.
Pemain kelahiran 3 Maret 1998 ini mengakui, penempatan posisinya dalam dua pertandingan terakhir menjadi titik balik dalam performanya. Ia merasa lebih efektif ketika diberi kebebasan bergerak lebih tinggi di sepertiga akhir lapangan.
"Sebelumnya saya bermain lebih ke bawah, Itu seperti posisi bek sayap menurut saya. Dan itu bukan posisi natural saya," ujarnya, Senin (17/11/2025).
Corfe menjelaskan, belakangan ini Van Gastel sengaja menempatkannya lebih dekat ke gawang lawan. Sebuah penyesuaian yang membuatnya dapat memaksimalkan kecepatan, penetrasi, serta naluri menyerang yang ia miliki.
"Sejujurnya saya merasa lebih cocok atau nyaman berada lebih tinggi di lapangan, lebih ke depan," ungkapnya.
Meski begitu, Corfe menegaskan ia tetap akan mengikuti seluruh instruksi pelatih. Baginya, kontribusi terhadap tim menjadi prioritas utama, apa pun posisi yang dipercayakan kepadanya.
"Pada dasarnya pelatih menginginkan saya untuk bermain, saya siap. Tidak masalah bermain di posisi mana pun," tandasnya.
Perkembangan positif Corfe diharapkan dapat terus berlanjut, terutama mengingat padatnya jadwal PSIM dalam beberapa pekan ke depan. Konsistensinya di lapangan menjadi salah satu faktor yang dibutuhkan untuk menambah daya dobrak dan stabilitas lini serang. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun