Kawasan Candi Borobudur kembali hidup dengan semangat olahraga dan kebugaran. Menjelang perhelatan Bank Jateng Borobudur Marathon 2025, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney bersama anak perusahaannya, InJourney Destination Management (IDM), menggelar pra-event Shake Out Run & Carbo Loading serta Wellness Package: Yoga di Borobudur, Sabtu (15/11) pagi.
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.00 ini tidak sekadar menjadi sesi pemanasan bagi para pelari, tetapi juga wadah untuk memadukan sport tourism dan wellness tourism di kawasan Warisan Dunia Candi Borobudur. Di tengah hamparan hijau dan nuansa spiritual candi, peserta diajak menikmati pengalaman berlari dan bermeditasi dalam suasana yang menenangkan.
Baca Juga: Update! Bayi Dua Bulan Korban KA Bangunkarta Meninggal Dunia, Tak Tertolong setelah Dirawat di RSI Yogyakarta
Direktur Utama IDM, Febrina Intan menjelaskan, pra-event ini bertujuan mengajak komunitas pelari lokal maupun peserta Borobudur Marathon untuk berlari sekaligus menikmati harmoni alam dan budaya. Dia menyebut, kawasan Candi Borobudur kini tak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga 'oase hijau' yang mendukung gaya hidup sehat dan seimbang.
Dia ingin peserta tak hanya siap secara fisik, tetapi juga mental. "Dengan berlari di kawasan yang asri dan menenangkan, para pelari bisa merasakan atmosfer khas Borobudur yang damai sebelum menghadapi race day," ujar Febrina, Kamis (13/11).
Dalam kegiatan Shake Out Run, peserta menempuh jarak sekitar tiga kilometer dengan pace sedang di area Taman Wisata Candi Borobudur. Aktivitas ini dirancang untuk mengaktifkan otot dan menjaga tubuh tetap rileks, sehingga kondisi fisik pelari tetap optimal menjelang hari perlombaan.
Baca Juga: Yusaku Yamadera Akui Persaingan di Super League Semakin Ketat, Siap Bermain Lebih Simpel dan Taktis
Seusai berlari, peserta disuguhi menu Carbo Loading di area Manohara Borobudur Cultural Center. Yang berisi sajian tradisional khas Jawa seperti nasi pecel, tahu-tempe bacem, ayam goreng, hingga wedang herbal jakuse.
Menurut Febrina, sesi makan bersama ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari strategi memaksimalkan simpanan energi tubuh (glikogen) yang menjadi bahan bakar utama bagi pelari jarak jauh. Dengan asupan yang tepat, peserta diharapkan dapat menghindari kondisi hitting the wall atau kelelahan ekstrem akibat habisnya cadangan energi saat marathon.
Tak hanya itu, pra-event juga menghadirkan Wellness Package: Yoga di Borobudur, yang memberikan sentuhan spiritual dan ketenangan batin bagi peserta. Melalui kombinasi asana (gerakan tubuh) dan pranayama (latihan pernapasan), sesi yoga ini membantu meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi oksigen dalam tubuh.
Baca Juga: Modal Kedalaman Skuad PSS, Ansyari Lubis Tak Khawatir Gustavo Tocantins Dikartu Merah
"Kami ingin membangun pengalaman holistik bahwa berlari bukan sekadar olahraga, tapi perjalanan menyatukan tubuh, pikiran, dan jiwa di tempat yang sarat makna seperti Borobudur," ujar Febrina.
InJourney memandang pra-event ini sebagai bagian penting dari strategi pengembangan destinasi super prioritas Borobudur. Selain memastikan kesiapan pelari, kegiatan ini juga memperkuat citra kawasan sebagai pusat sport dan wellness tourism yang berkelas internasional.
Baca Juga: Sebelumnya Remang-Remang, Pemain PSIM Jogja Antusias Bisa Segera Main Malam di SSA
Febrina menekankan, penyelenggaraan Borobudur Marathon dan seluruh rangkaian pra-eventnya telah terbukti memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat sekitar. Ribuan pelari dari berbagai daerah dan mancanegara mendorong perputaran ekonomi di sektor akomodasi, kuliner, hingga kerajinan lokal.
Event seperti ini, lanjut dia, dapat menghidupkan ekonomi desa-desa di sekitar Borobudur. Homestay penuh, warung ramai, dan UMKM meningkat penjualannya. "Kami memastikan manfaatnya dirasakan secara merata hingga ke tingkat akar rumput," tuturnya. (aya)