JOGJA - Peningkatan prestasi olahraga di DIY dalam dua edisi Pekan Olahraga Nasional (PON) terakhir menjadi perhatian berbagai daerah, termasuk KONI Kota Semarang. Hal itulah yang melatarbelakangi kunjungan studi banding ke Kantor KONI DIY, Selasa (11/1).
Dalam kesempatan ini, KONI DIY telah menerima kunjungan dari KONI Kota Semarang. Melalui pertemuan yang digelar di ruang rapat lantai 1, kedua pihak membahas secara langsung model pembinaan organisasi dan pola pengembangan atlet yang diterapkan DIY hingga mampu menunjukkan kemajuan signifikan.
Mengingat dalam dua edisi dua PON lalu, kontingen DIY tercatat mengalami lonjakan peringkat dari posisi 15 pada PON 2020 menjadi peringkat sembilan pada PON 2024 lalu, dengan perolehan medali juga meningkat drastis. Capaian itulah yang menjadi salah satu fokus pembahasan utama selama kunjungan ini.
Wakil Ketua Umum II KONI DIY Nolik Maryono menjelaskan, dalam kunjungan kali ini KONI Kota Semarang ingin mempelajari faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dari kontingen DIY.
"Mereka tertarik bagaimana KONI DIY dapat mengelola anggaran yang terbatas, dengan hanya lima kota/kabupaten. Namun tetap mampu mempertahankan eksistensi dan meraih prestasi nasional hingga internasional," tuturnya di sela-sela pertemuan.
Selain prestasi kontingen DIY di ajang PON, kunjungan KONI Kota Semarang juga membahas pengelolaan penyelenggaraan Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY XVII 2025 Gunungkidul September lalu.
"Porda kemarin juga dinilai sukses dan mampu menghasilkan atlet-atlet potensial yang berprestasi, meski dengan anggaran terbatas. Capaian itu menjadi salah satu fokus pembahasan utama selama kunjungan kerja," ucap Nolik. (ayu/laz)