Duel dua tim bertetangga ini akan digelar di Stadion Manahan Solo, Sabtu malam (8/11/2025) dengan tensi rivalitas tinggi.
Dalam konferensi pers sebelum pertandingan, Caretaker Persis Solo Tithan Suryata menegaskan, timnya siap tampil maksimal demi meraih kemenangan.
Di mana para pemain juga memiliki komitmen dan kepercayaan diri tinggi menatap pertandingan ini.
"Ini laga krusial melawan PSIM Jogja, terlepas dari mereka yang menang dua pertandingan berturut-turut sebelum ini.
Motivasi para pemain kami berbeda, pemain antusias untuk memenangkan pertandingan ini," ujar Tithan, Jumat (7/11/2025).
Pelatih sementara Laskar Sambernyawa itu juga menambahkan, secara komprehensif bahwa seluruh pemain dalam kondisi bugar dan siap tampil penuh.
"Para pemain fokus penuh pada pertandingan ini. Kami punya kepercayaan diri untuk memenangkan derby. Semua warga Solo tahu, Mataram is Red," tegasnya.
Diakui, absennya Pelatih Kepala Peter de Roo tak menjadi penghalang bagi Persis untuk tampil optimal. Posisi sang pelatih asal Belanda itu kini sementara diisi oleh Tithan Suryata sebagai caretaker.
Sementara itu, perwakilan pemain Persis Cleylton Santos menuturkan, laga ini memiliki makna yang cukup spesial bagi dirinya.
"Ini derby pertama saya bersama Persis, dan besok juga bertepatan dengan ulang tahun klub. Kami ingin memberikan kado ulang tahun berupa kemenangan untuk tim ini," ujarnya.
Setelah rentetan pertandingan yang kurang optimal bagi Persis, Cleylton sendiri berambisi untuk memberi penampilan terbaik, dan menyuguhkan kemenangan.
"Kami punya motivasi tinggi untuk memberikan penampilan terbaik di depan suporter dan di kandang sendiri," tandasnya.
Di kubu lawan, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengaku timnya sudah melakukan persiapan dengan baik dan siap menampilkan permainan kolektif.
"Persiapan kami kurang lebih sama seperti biasanya. Tidak ada yang benar-benar berbeda," ucapnya.
Dalam pernyataannya, pelatih asal Belanda itu juga menyinggung absen rekannya sesama pelatih Belanda, Peter de Roo. Van Gastel mengaku cukup sedih dan menyayangkan situasi yang kini terjadi pada Peter de Roo.
"Saya sedih mendengar kabar Peter dirumahkan dan tidak bisa hadir di pertandingan ini. Saya tahu ini pekerjaan yang berat dan memang ada risiko seperti itu," ujarnya.
Van Gastel menambahkan, hasil pramusim saat PSIM kalah 0-1 dari Persis tak akan berpengaruh banyak pada laga ini.
"Pramusim memang penting, tapi fokusnya untuk membentuk kerangka tim. Hasilnya tidak terlalu penting bagi saya," jelasnya.
Perwakilan pemain PSIM Rahmatsho Rahmatzoda menegaskan, skuad Laskar Mataram datang ke Solo dengan semangat tinggi, dan berambisi meraih poin penuh.
"Kami persiapan dengan cukup baik dan siap menghadapi Derby Mataram ini," ujarnya singkat. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun