RADAR JOGJA - Manajer Brighton, Fabian Hurzeler mengatakan yakin Thomas Tuchel akan membuat keputusan yang tepat mengenai apakah Danny Welbeck akan dipanggil kembali ke timnas Inggris.
Pemain berusia 34 tahun itu mencetak gol untuk menambah koleksi golnya di Premier League musim ini menjadi enam gol saat brighton bantai Leeds United di Amex Stadium.
Mantan penyerang Manchester United dan Arsenal ini terakhir kali bermain untuk negaranya pada tahun 2018 dalam kekalahan 1-0 dari Belgia di Piala Dunia Rusia, tetapi performanya di awal musim ini telah membawanya naik ke peringkat kedua dalam daftar pencetak gol terbanyak liga, pemain Inggris dengan peringkat tertinggi.
Menjawab pertanyaan apakah menurutnya Welbeck akan dipanggil oleh Tuchel (yang sama-sama manajer asal Jerman) ke tim nasional Inggris, Hurzeler mengatakan semua bukan keputusannya.
"Saya senang dia (Welbeck) ada di tim saya. Saya yakin pelatih Jerman lainnya itu akan membuat keputusan yang tepat. Ada persaingan ketat untuk menentukan siapa yang terpilih ke Piala Dunia musim panas mendatang sebagai striker kedua atau ketiga di belakang Harry Kane," ujarnya.
Ollie Watkins masuk dalam skuad untuk Euro 2024, mencetak gol kemenangan di menit terakhir semifinal melawan Belanda.
Marcus Rashford, yang dipinjam Barcelona dari Manchester United musim ini, bisa menjadi pilihan, begitu pula mantan striker Brentford, Ivan Toney, atau Liam Delap dari Chelsea.
Welbeck membuktikan kemampuannya dengan penyelesaian akhir yang indah dari umpan tarik Mats Wieffer di menit ke-11 sebelum Leeds mulai terpuruk di babak kedua.
Diego Gomez mencetak gol liga pertamanya musim ini secara beruntun, melengkapi penampilan buruk Leeds United dalam laga tandang.
"Secara keseluruhan, penampilan kami bagus sejak awal, terutama 20 menit pertama," kata Hurzeler. "Kami sedikit kehilangan kendali, tetapi di babak kedua kami berhasil mendapatkannya kembali," lanjutnya.
"Menang selalu menjadi perasaan terbaik, tetapi clean sheet memberi Anda peluang tinggi untuk memenangkan pertandingan. Semua orang bekerja keras dan saling mendukung. Kami pantas meraih clean sheet," jelasnya.
Leeds United sendiri tampil kurang tajam dengan Dominic Calvert-Lewin bermain sendirian di lini depan.
Pelatih Leeds, Daniel Farke, yang hanya mencetak tiga gol tandang musim ini dalam rentang waktu 14 menit melawan tim juru kunci Wolves pada bulan September, merefleksikan kurangnya daya gedor yang mengkhawatirkan dari para pemainnya.
"Kita tidak perlu terlalu menganalisis pertandingan," ujarnya. "Tidak ada yang bisa menutup-nutupi bahwa mereka adalah tim yang lebih baik. Secara keseluruhan, penguasaan bola cukup seimbang, 50-50, tetapi di luar penguasaan bola mereka jauh lebih klinis," imbuhnya.
"Kami tidak memulai dengan baik. Kami tidak berani atau percaya diri. Jika tertinggal 1-0 di laga tandang, selalu sulit. Setelah itu saya terkesan dengan cara kami mengatasinya," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati