Kemenangan ini menjadi yang kedua secara beruntun bagi Laskar Mataram, sekaligus menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara.
Dalam pertandingan yang sempat diwarnai dua kartu merah, masing-masing untuk Henhen Herdiana (Persik) dan Ezequiel Vidal (PSIM), tuan rumah unggul lewat gol Nermin Haljeta dan penalti Ze Valente.
Persik sempat memperkecil kedudukan melalui Ezra Walian, namun PSIM berhasil mempertahankan keunggulan 2-1 hingga peluit panjang dibunyikan.
Usai laga, Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel mengapresiasi kerja keras dan kinerja para pemainnya, yang menurutnya tampil konsisten meski menghadapi situasi sulit di lapangan.
"Di tiap laga kami membawa misi yang sama, memenangkan pertandingan. Hari ini cukup berat karena cuaca dan hujan membuat pemain cepat lelah," ujarnya dalam konferensi pers.
Pelatih asal Belanda itu menjelaskan, strategi yang diterapkan tidak jauh berbeda dengan pekan sebelumnya saat PSIM mengalahkan Dewa United.
Hanya saja, ada dua perubahan di susunan starter, yaitu masuknya Franco Ramos dan Anton Fase.
"Secara taktik kami bermain dengan pendekatan yang sama. Yang berbeda hanya rotasi pemain. Persik bermain dengan pertahanan dalam dan solid, butuh kesabaran untuk membongkarnya," lanjutnya.
Lebih lanjut Van Gastel juga menilai kemenangan ini sangat penting untuk menjaga momentum dan mental tim menatap laga-laga selanjutnya. "Saya senang dengan semangat para pemain. Mereka terus berjuang meskipun situasi tidak mudah," katanya.
Dari kubu lawan, Pelatih Persik Kediri Ong Kim Swee mengakui kartu merah yang diterima Henhen Herdiana pada menit ke-58 membuat timnya kehilangan momentum.
"Ini bukan laga yang mudah. Setelah kartu merah, kami makin sulit mengembangkan permainan," ungkapnya.
Pelatih asal Malaysia itu menambahkan, PSIM juga memiliki banyak pemain berkualitas, termasuk di lini depan yang banyak mengkreasikan peluang.
"PSIM punya pemain berkualitas seperti Ze Valente dan Vidal. Kami sudah berusaha, tapi belum cukup untuk menang," ujarnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun