RADAR JOGJA - Duo Arsenal, William Saliba dan Gabriel Martinelli dipastikan absen dari pertandingan putaran keempat Carabao Cup melawan Brighton and Hove Albion, Kamis (30/10) dini hari.
Saliba terpaksa keluar lapangan di babak pertama dalam kemenangan 1-0 Premier League atas Crystal Palace, sementara Martinelli tertatih-tatih di terowongan setelah masuk sebagai pemain pengganti di babak kedua.
Manajer The Gunners, Mikel Arteta yang mengonfirmasi bahwa Riccardo Calafiori, Declan Rice, dan Bukayo Saka akan tersedia untuk menghadapi The Seagulls, tidak yakin berapa lama kedua pemain tersebut akan absen.
"Dia (Saliba) absen. Kami sedang memantau kondisinya, tetapi dia tidak akan terlibat dalam pertandingan ini," ujar Arteta.
Sementara itu, Berbicara tentang Martinelli, pelatih asal Spanyol itu berkata: "Sepertinya dia akan absen.
"Kami harus melakukan beberapa tes lagi dan melihat seberapa parah cederanya, tetapi pertandingan ini masih terlalu dini untuknya."
Kehilangan Martinelli menambah masalah lini serang Arsenal, dengan Noni Madueke, Kai Havertz, dan Gabriel Jesus yang sudah absen karena cedera.
Rekrutan musim panas Viktor Gyokeres, yang merupakan mantan pemain Brighton, telah menjadi starter di semua 12 pertandingan The Gunners di liga utama dan Liga Champions musim ini, mencetak lima gol.
Arteta khawatir akan semakin terkurasnya pemain di area tersebut.
"Di lini depan, kami akan menghadapi lebih banyak kesulitan dengan absennya Noni, Kai, Gabi Jesus, dan Gabi Martinelli juga," kata Arteta.
"Di area itulah kami harus lebih berhati-hati, lebih waspada, karena kami tidak punya banyak pilihan. Kami akan berusaha mengelola beban sebaik mungkin, memastikan para pemain tetap segar, mampu bersaing dengan sangat baik, dan tim dapat mempertahankan level yang ditunjukkan," jelasnya.
Kemenangan atas rival London, Crystal Palace, membuat Arsenal unggul empat poin di puncak klasemen, dengan tujuh kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan dari sembilan pertandingan.
Arteta menyambut optimisme di sekitar klub.
"Itulah yang kami inginkan," ujarnya. "Ketika orang-orang kami bersemangat dan Anda melihat tim bersaing di level yang sama secara konsisten, mereka adalah alasan yang tepat untuk percaya," lanjutnya.
"Jika Anda ingin memenangkan trofi besar, Anda tentu harus menanamkan rasa percaya itu di antara tim, klub, dan di sekitarnya. Kami berada di posisi yang sangat baik saat ini, tetapi kami tahu betapa dini dan sulitnya setiap pertandingan," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati