RADAR JOGJA - Sama-sama mencatatkan sejarah di Liga Champions, Chelsea dan Ajax akan berhadapan di Stamford Bridge dalam laga fase liga, Kamis (23/10) dini hari.
The Blues akan menjalani pertandingan ke-200 di turnamen ini dan mengincar kemenangan keempat berturut-turut di semua turnamen, sementara tim asal Belanda ini hanya ingin meraih kemenangan pertama di kompetisi Eropa dalam pertandingan ke-250 di level tertinggi Eropa.
Chelsea meraih keberuntungan di Liga Champions 2025/26 ketika menjamu mantan manajer, Jose Mourinho bersama Benfica dan dipaksa pulang dengan tangan hampa di ibu kota Inggris.
Juara Piala Dunia Antarklub ini bahkan tidak perlu mencetak gol sendiri untuk meraih kemenangan 1-0 dan kartu merah yang semakin sering diterima, kali ini untuk Joao Pedro, tidak berakibat fatal menjelang akhir pertandingan.
Momentum Chelsea terus melaju kencang sejak mengalahkan Benfica. Pasukan Enzo Maresca kini menikmati tiga kemenangan beruntun di semua kompetisi, meraih kemenangan beruntun di Premier League atas Liverpool dan Nottingham Forest, baik sebelum jeda internasional.
Hasil terakhir (kemenangan telak 3-0 di City Ground) membuat Ange Postecoglou kehilangan pekerjaannya di Nottingham. Namun, hanya sedikit yang mempertanyakan posisi Maresca, menyusul rumor singkat tentang kemungkinan pergantian manajer selama kemerosotan performa The Blues di bulan September.
Kini, pelatih asal Italia itu akan berusaha memperpanjang rentetan gemilang yang telah memastikan Chelsea terhindar dari kekalahan di 15 pertandingan kandang terakhir di fase grup UCL/fase liga Liga Champions, di mana mereka hanya kalah dalam dua dari 60 pertandingan terakhir di kompetisi Eropa.
Di sisi lain benua Eropa, Ajax hanya perlu kembali beberapa minggu untuk menyaksikan kekalahan terakhir di Liga Champions di kandang sendiri, takluk dari Inter yang lebih unggul 2-0 di pekan pertama sebelum dibantai Marseille di laga terakhir.
Pasukan Johnny Heitinga kebobolan empat gol tanpa balas dari tim-tim raksasa Ligue 1 di Orange Velodrome, dan dengan nol poin, nol gol, dan enam kebobolan dari dua pertandingan Liga Champions sejauh musim ini, tim Eredivisie tersebut kini berada di posisi terbawah klasemen sementara yang berisi 36 tim.
Hanya tim debutan turnamen, Kairat, yang performanya lebih buruk dari Ajax, namun juga berhasil meraih satu poin setelah pertandingan melawan Pafos, sebuah noda baru di buku catatan pelatih kepala yang sedang berada di bawah tekanan.
Mantan asisten Liverpool, Heitinga, juga mengawasi kekalahan kandang 2-0 yang menyedihkan dari AZ Alkmaar di akhir pekan, tetapi dewan Amsterdam belum memutuskan untuk memecatnya.
Heitinga juga tetap aman meskipun tim Ajax asuhannya telah kebobolan setidaknya dua kali dalam enam pertandingan terakhir di semua turnamen, sebuah statistik yang kurang menyenangkan sebelum kunjungan kedua ke Stamford Bridge, di mana pertandingan ini nanti harus membuktikan diri setelah skor imbang 4-4 antara kedua tim pada tahun 2019.
Baca Juga: Tips Hemat Listrik Efektif untuk Rumah Tangga dan UMKM Dengan Tarif Listrik Subsidi 2025
Head to head:
06/10/2019 Chelsea 4-4 Ajax (Liga Champions)
23/10/2019 Ajax 0-1 Chelsea (Liga Champions)
23/07/2010 Ajax 3-1 Chelsea (uji coba)
5 pertandingan terakhir Chelsea:
18/10/2025 Nottingham Forest 0-3 Chelsea
04/10/2025 Chelsea 2-1 Liverpool
01/10/2025 Chelsea 1-0 Benfica
27/09/2025 Chelsea 1-3 Brighton
24/09/2025 Lincoln City 1-2 Chelsea
5 pertandingan terakhir Ajax:
19/10/2025 Ajax 0-2 AZ Alkmaar
04/10/2025 Sparta Rotterdam 3-3 Ajax
Baca Juga: Gethuk Goreng Camilan Legendaris yang Tak Lekang oleh Waktu
01/10/2025 Marseille 4-0 Ajax
27/09/2025 Ajax 2-1 NAC Breda
21/09/2025 PSV Eindhoven 2-2 Ajax
Prediksi susunan pemain:
Chelsea (4-2-3-1):
Sanchez (GK); James, Adarabioyo, Fofana, Cucurella; Gusto, Caicedo; Estevao, Buonanotte, Neto; George
Ajax (4-2-3-1):
Jaros (GK); Gaaei, Sutalo, Baas, Rosa; Klaassen, Taylor; Edvardsen, Gloukh, Godts; Weghorst
Prediksi:
Prediksi kami: Chelsea 4-0 Ajax
Jauh dari kekuatan di Eropa, skuad Ajax sebagian besar merupakan campuran pemain veteran yang menua dan talenta muda yang minim pengalaman di Liga Champions, dan hal itu telah terbukti sejauh ini.
Oleh karena itu, pasukan Heitinga seharusnya tidak memberikan perlawanan berarti terhadap The Blues yang sedang dalam performa terbaiknya, yang bisa mempermalukan mantan juara Liga Champions itu di Stamford Bridge.
Editor : Satria Putra Sejati