TANGERANG - Kekalahan telak 0-4 dari Persita Tangerang menjadi pukulan berat bagi PSIM Jogja dalam lanjutan pekan kesembilan BRI Super League 2025/2026 di Stadion Indomilk Arena, Jumat (17/10) sore.
Setelah pertandingan, suasana ruang konferensi pers menggambarkan kontras antara kekecewaan kubu PSIM dan euforia Persita yang tampil sangat efektif.
Pelatih PSIM Jogja Jean Paul van Gastel secara terbuka mengakui timnya tampil jauh dari performa terbaik. Ia menilai anak asuhnya kesulitan menjaga konsistensi permainan, terutama dalam menghadapi serangan cepat Persita.
"Hasil ini sangat mengecewakan dan buruk. Tim saya tidak bermain bagus. Di sisi lain, saya perlu memberi kredit kepada Persita yang efektif memanfaatkan setiap peluang," ujar Van Gastel dalam konferensi pers.
Lebih lanjut pelatih asal Belanda itu juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh. Ia menyebut PSIM harus belajar dari kekalahan ini agar tidak mengulang kesalahan serupa di laga-laga selanjutnya.
"Beberapa pemain mengambil keputusan yang tidak tepat. Itu bagian dari permainan yang perlu dievaluasi ke depannya," ungkapnya.
Perwakilan pemain PSIM Reva Adi Utama juga menyuarakan rasa kecewanya. Kapten tim Laskar Mataram itu mengakui hasil ini menyakitkan bagi tim, terlebih karena PSIM datang ke Tangerang dengan motivasi tinggi.
"Ini hasil yang sangat menyakitkan. Saya tidak bisa banyak komentar. Kami harus bangkit dan fokus di pertandingan selanjutnya," ucapnya singkat.
Sementara itu, Pelatih Persita Tangerang Carlos Pena justru memuji totalitas anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan besar ini tidak lepas dari kerja keras seluruh tim, baik di lapangan maupun di ruang ganti.
"Kami bermain bagus selama 90 menit. PSIM punya penguasaan bola yang bagus, tapi lini belakang kami juga solid. Kuncinya kami selalu bekerja keras dan punya mentalitas bertanding yang kuat," kata Pena.
Selanjutnya Pena juga menambahkan setiap pertandingan dianggap sebagai final oleh timnya, sehingga fokus dan intensitas permainan terus terjaga. "Kami membawa mindset final di setiap laga, termasuk hari ini," tegasnya.
Perwakilan pemain Persita Pablo Ganet turut menyampaikan rasa puasnya setelah mencetak satu gol dan satu assist pada pertandingan itu. "Saya hanya menjalankan instruksi pelatih. Senang bisa mencetak gol dan memberi kontribusi. Kemenangan ini hasil kerja keras semua pemain," ujarnya.
Bagi PSIM, kekalahan ini menjadi catatan penting untuk memperbaiki konsentrasi serta efektivitas penyelesaian akhir. Sementara itu, kemenangan besar tuan rumah ini semakin mempertegas keperkasaan Persita di kandang sendiri. (iza/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita