SLEMAN - PSS Sleman terus mengukuhkan dominasinya di kompetisi Championship 2025/2026. Super Elja sukses meraih kemenangan kelima secara beruntun setelah menundukkan Kendal Tornado FC dengan skor akhir 3-1 dalam laga di Maguwoharjo International Stadium (MagIS), Sleman, Minggu (12/10/2025).
Laga PSS melawan Kendal Tornado FC berjalan menarik. Kedua tim sama-sama jual beli serangan. Tampil di hadapan pendukung sendiri, Laskar Sembada langsung tancap gas. Gol cepat berhasil dicetak oleh gelandang asing asal Prancis Frédéric Injaï pada menit ke-14.
Injaï dengan dingin menyambut umpan silang akurat yang dilepaskan Riko Simanjuntak dari sisi sayap. Bola sepakan Injaï pun bersarang mulus di gawang Kendal Tornado FC, sehingga mengubah skor menjadi 1-0.
Setelah gol pembuka, pertandingan berjalan lebih alot. Kedua tim terus saling jual beli serangan. Namun disiplinnya lini pertahanan PSS yang dikawal Cleberson Souza membuat upaya tim berjuluk Badai Pantura itu membongkar pertahanan tuan rumah selalu menemui jalan buntu. Alhasil hingga wasit meniup peluit tanda berakhirnya babak pertama skor tetap 1-0 untuk PSS.
Memasuki babak kedua, PSS langsung mengambil inisiatif serangan. Upaya mereka membuahkan hasil cepat setelah penyerang andalannya, Gustavo Tocantins, dijatuhkan oleh pemain Kendal Tornado FC di dalam kotak terlarang pada menit ke-49. Wasit tanpa ragu menunjuk titik putih.
Tocantins yang maju sendiri sebagai algojo sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna. Tendangan penaltinya yang terarah menjebol gawang Kendal Tornado FC di menit ke-51, membuat PSS unggul 2-0.
Tidak berselang lama, Kendal Tornado FC sempat mendapatkan angin segar ketika wasit memberikan hadiah penalti pada menit ke-57. Keputusan ini diambil setelah Arda Alfareza dari PSS diduga melakukan pelanggaran terhadap salah satu pemain tim tamu di area kotak penalti.
Namun setelah wasit meninjau ulang melalui Video Assistant Referee (VAR), keputusan penalti itu dibatalkan dan membuat Kendal Tornado FC urung memperkecil ketertinggalan. Kendati demikian, tim tamu tak menyerah. Mereka terus menekan dan akhirnya berhasil mencetak gol balasan.
Dimas Sukarno Putro menjadi pencetak gol untuk Kendal Tornado FC di menit ke-76. Memanfaatkan skema tendangan bebas, umpan terukur dari Yudha Alkanza berhasil disambut oleh Dimas yang kemudian menceploskan bola ke gawang PSS. Skor berubah menjadi 2-1, membuat laga kembali memanas.
Tekanan yang diberikan Kendal Tornado FC tak berlangsung lama, PSS kembali menjauh. Pada menit ke-83, anak-anak Sleman berhasil mencetak gol ketiga yang mematikan. Kali ini gelandang muda Dominikus Dion yang mencatatkan namanya di papan skor usai menerima umpan matang dari Gustavo Tocantins.
Dion sukses menaklukkan penjaga gawang lawan. Gol ini sekaligus menjadi penutup pertandingan. Skor 3-1 bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Atas kemenangan ini, PSS Sleman masih tertahan di posisi dua klasemen sementara Grup Timur. Tim kebanggaan masyarakat Sleman ini masih kalah selisih gol dengan Barito Putera FC yang sama-sama meraih lima kemenangan secara beruntun.
Pelatih PSS Ansyari Lubis mengaku bersyukur atas kemenangan yang diraih timnya di laga kali ini. Tak lupa pelatih yang akrab disapa Uwak ini juga mengapresiasi anak asuhnya yang telah bekerja dengan keras di laga ini.
"Tim tamu bermain militan, tapi semua pemain bermain luar biasa. Kami berikan apresiasi sebesar-besarnya kepada mereka (pemain) karena telah menjalankan instruksi dengan baik," ucapnya usai pertandingan.
Tak hanya itu, dia juga mengucapkan terima kasih kepada ribuan suporter yang hadir secara langsung di stadion pada laga kali ini. Sebab, menurutnya, atas kedatangan suporter itu bisa menambah daya juang dari para pemain di atas lapangan.
"Tadi pemain berjuang luar biasa karena suporter. Kemenangan ini kami persembahkan dan menjadi hadiah terbaik untuk suporter," ungkapnya.
Sementara itu, Pelatih Kendal Tornado FC Stefan Keeltjes menjelaskan, laga kali ini merupakan laga menarik. Walaupun pada babak pertama timnya kecolongan, anak-anak asuhnya masih dapat menguasai pertandingan.
"Kami melawan tim bagus yang memiliki pengalaman. Akhirnya kami dihukum oleh kesalahan kami sendiri," lontarnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita