Ketua Pelaksana Manunggal Run Sujiran menjelaskan, Manunggal Run merupakan kompetisi lari yang diselenggarakan rutin.
Penyelenggaraanya juga dilakukan untuk memperingati Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo, yang kali ini telah berumur 74 tahun.
"Tahun ini, ada beberapa perbedaan, untuk pesertanya sejumlah 1.050 peserta," ucap Sujiran, saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (11/10).
Sujiran menyampaikan, pelaksanaan tahun ini memiliki beberapa perbedaan. Paling utama terlihat pada rute lari.
Rute lari tahun ini, tergolong lebih panjang di tahun sebelumnya.
Tahun ini, peserta akan memulai lari di titik kumpul Lapangan Kalurahan Kaliagung, Kapanewon Sentolo.
Sedangkan finish kategori pelajar SLTP, SLTA Sederajat dan umum berada di Alun-Alun Wates dengan total panjang rute 10 kilometer.
Hal ini berbeda dengan tahun sebelumnya, finish di Fakultas Olahraga UNY yang rutenya lebih pendek.
Peserta tahun ini juga cukup konsisten diisi kalangan pelajar. Terdapat kategori sekolah dasar, SMP, SMA Sederajat dan umum. Setiap kategori akan diisi kelas pria dan perempuan.
Hasil kompetisi akan terpilih tiga peserta dengan catatan waktu tercepat di setiap kategori.
"10 terbaik juga akan mendapat tali asih, total yang disediakan mencapai Rp 41 juta," ungkapnya.
Kompetisi yang digelar oleh Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kulon Progo ini, tak hanya ajang hiburan semata.
Melainkan upaya sosialisasi gemar olahraga untuk masyarakat luas. Lantaran, olahraga lari merupakan kegiatan fisik yang dapat menjamin kebugaran.
Di samping itu, kompetisi juga merupakan ajang pencairan bibit pelari daerah. Pelari terbaik dari ajang ini, berpotensi menjadi atlet lati. Lantaran, setelah kompetisi akan dilakukan pendampingan intensif.
"Selama ini, kebanyakan pelari dengan catatan terbaik berasal dari cabor lain, misalnya tinju hingga sepakbola," ujarnya.
Pembibitan ini, dirasa penting oleh KONI. Lantaran, kebanyakan atlet dengan bakat lari justru telah direkrut cabor lain. Membuat cabor lari Kulon Progo belum berkembang secara optimal.
Sementara itu, salah satu peserta Resti Rahmayunanti mengaku mendapatkan juara dua Manunggal Run 2025 pada kategori SMA Perempuan.
Tahun ini, prestasinya termasuk meningkat di tahun sebelumnya. Lantaran, tahun 2024 dirinya hanya mampu menduduki klasemen 10 besar.
"Tahun rutenya lebih jauh, jadi harus pandai menyimpan stamina," ungkapnya.
Sebagai peserta, Manunggal Run layak menjadi ajang lari ketahanan.
Lantaran, tak hanya di trek yang landai, kompetisi ini meminta pelari untuk menerabas rute tanjakan dan turun yang memakan stamina.
Bahkan untuk mempersiapkan diri, Resti perlu berlatih kurang lebih dua bulan lamanya. (gas)
Editor : Bahana.