RADAR JOGJA - Berusaha memperkuat posisinya di puncak Grup G, Belanda akan bertandang ke Malta dalam kualifikasi Piala Dunia pada Jumat (10/10) dini hari.
Setelah penampilan yang sedikit goyah pada September, tim Oranje kini bertekad untuk memulai kampanye dengan mengalahkan tim yang mereka kalahkan dengan skor 8-0 pada Maret lalu.
Sebagai favorit kuat untuk lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 dengan finis di posisi pertama Grup G, Belanda tidak hanya kehilangan poin pertama dalam kampanye ini bulan lalu, tetapi juga hampir mengalami malu besar.
Setelah memulai dengan dua kemenangan beruntun, tim asuhan Ronald Koeman ditahan imbang 1-1 di kandang oleh Polandia, sebelum bertandang ke Kaunas untuk menghadapi Lithuania yang menjadi underdog.
Melawan lawan yang peringkatnya ke-145 di dunia, Belanda kehilangan keunggulan dua gol pada malam di mana gol ke-51 Memphis Depay di level internasional membuatnya menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa negaranya.
Quinten Timber kemudian menambah gol kedua dari jarak dekat, tetapi keruntuhan yang mengkhawatirkan terjadi sebelum Depay mencetak gol lagi pada menit ke-64.
Setelah selamat dari ancaman tak terduga itu, tim Oranje memastikan tiga poin penuh untuk tetap di puncak grup, meskipun hanya unggul selisih gol dari Polandia, yang telah memainkan satu pertandingan lebih banyak.
Finlandia yang berada di posisi ketiga juga belum sepenuhnya tersingkir, tetapi kemenangan Belanda di pertengahan pekan dan akhir pekan akan sangat membantu dalam memastikan tempat di final tahun depan.
Depay juga mencetak dua gol saat Belanda bertemu Malta awal tahun ini, saat tuan rumah tidak memberi ampun kepada tim kecil Grup G di Groningen.
Tertinggal tiga gol dalam 20 menit, tim Emilio De Leo tidak mampu menandingi lawan yang tajam, dan akhirnya kalah 8-0.
Satu-satunya poin yang diraih The Reds sejauh ini berasal dari dua hasil imbang melawan Lithuania, yang akan mereka hadapi untuk menghindari finis di posisi terbawah.
Beberapa hari setelah hasil imbang 1-1 di Kaunas bulan lalu, Malta berhasil mengalahkan San Marino 3-1 dalam pertandingan persahabatan, namun kini harus menjamu salah satu negara terkuat di Eropa.
Baca Juga: Kompleks Makam Imogiri: Wisata Ziarah Penuh Sejarah, Jejak Hidup Kerajaan Mataram Islam di Bantul
Sejarah tidak berpihak pada mereka dimana dalam enam pertandingan sebelumnya melawan Belanda, mereka selalu kalah, dengan rata-rata kebobolan lima gol.
Duduk di peringkat 166 FIFA, pulau Mediterania ini mungkin telah meraih beberapa hasil positif dalam beberapa tahun terakhir, tetapi pada laga ini, mereka pasti akan berusaha meminimalkan kekalahan.
Head to head:
11/06/2025 Belanda 8-0 Malta
5 pertandingan terakhir Malta:
10/09/2025 Malta 3-1 San Marino
04/09/2025 Lithuania 1-1 Malta
11/06/2025 Belanda 8-0 Malta
07/06/2025 Malta 0-0 Lithuania
25/03/2025 Polandia 2-0 Malta
5 pertandingan terakhir Belanda:
07/09/2025 Lithuania 2-3 Belanda
05/09/2025 Belanda 1-1 Polandia
Baca Juga: Harapan Timnas Indonesia Tembus Piala Dunia 2026 Masih Terbuka Meski Kalah dari Arab Saudi
11/06/2025 Belanda 8-0 Malta
08/06/2025 Finlandia 0-2 Belanda
24/03/2025 Spanyol 3-3 Belanda
Prediksi susunan pemain:
Malta (5-4-1):
Bonello (GK); Muscat, Pepe, Shaw, J. Borg, Camenzuli; J. Mbong, Teuma, Guillaumier, Satariano; P. Mbong
Belanda (4-3-3):
Verbruggen (GK); Dumfries, Van Hecke, Van Dijk, Van de Ven; Gravenberch, De Jong, Reijnders; Simons, Malen, Gakpo
Prediksi:
Kami katakan: Malta 0-3 Belanda
Sesuai dengan rata-rata skor mereka melawan Malta, Belanda seharusnya bisa meraih kemenangan mudah lainnya di Stadion Nasional Ta' Qali.
Menyiapkan diri untuk pertandingan akhir pekan melawan Finlandia, tim Oranje diperkirakan akan membangun keunggulan besar sebelum mengendurkan tekanan.
Editor : Satria Putra Sejati