JOGJA - Ajang akbar pencak silat antar pelajar tingkat nasional, Gelora Pencak Silat Yogyakarta (GPS-Y) 2025, sukses diselenggarakan di Kota Pelajar.
Selama tiga hari penuh, mulai dari Jumat (3/10) hingga Minggu (5/10), GOR Amongrogo, Jogja ini menjadi saksi bisu pertarungan sengit ratusan atlet muda dari berbagai provinsi yang menunjukkan kehebatan dan keluhuran budaya bangsa.
Dalam kesempatan ini, Kontingen Persatuan Hati (PH) berhasil menyabet juara umum, nomor dua ada Tapak Suci Kotagede, dan PSTD Indonesia Bekasi menjadi juara ketiga.
Ketua Panitia GPS-Y 2025 Agung Muladi menyatakan bahwa kejuaraan pada tahun inj telah berjalan sangat lancar. Segenap panitia pun juga mengucapkan selamat kepada para atlet yang telah meraih juara.
"Jadikanlah kemenangan ini sebagai penyemangat untuk terus berlatih dan berprestasi lebih tinggi lagi," ucapnya saat penutupan, Minggu (5/10).
Tak lupa Agung juga berpesan kepada para atlet yang belum mendapatkan juara di ajang GPS-Y 2025 ini jangan berkecil hati. Sebab ke depan masih ada kejuaraan berikutnya untuk bisa memperbaiki diri.
"Semoga kegiatan ini menjadi awal untuk melahirkan pesilat-pesilat tangguh yang akan mengharumkan nama daerah, bangsa, dan juga negara Republik Indonesia ini," katanya.
Perwakilan Pengda Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) DIY yang hadir sekaligus menutup kejuaraan ini Heryos Sukamto pun juga mengucapkan terimakasih dan selamat kepada para pemenang kejuaraan GPS-Y 2025 ini.
Ke depan pihaknya berharap semoga kemenangan yang dapat oleh para juara itu bisa menjadi motivasi untuk terus meningkatkan prestasi.
"Kejuaraan nasional ini telah berlangsung dengan sukses dan sportivitas saya percaya acara ini dapat meningkatkan kemampuan atlet dan mempromosikan pencaksilat di Indonesia," jelasnya.
Selain itu, Heryos juga berharap supaya ajang GPS-Y ini bisa kembali terselenggara ditahun mendatang.
"Semoga kami semua dapat bertemu kembali di kejuaraan ketiga dan lebih bergengsi," tegasnya.
Sementara, Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIJ yang juga menghadiri penutupan GPS-Y 2025 Sri Redjeki menyatakan bahwa KONI DIY sangatlah mendukung dan sangat senang dengan semua event kegiatan yang bergeliat untuk melahirkan bibit-bibit atlet-atlet masa depan Indonesia, seperti GPS-Y 2025 ini.
"Pada hari ini sudah membuktikan bahwa di depan kita, anak-anak generasi emas Indonesia 2045 ini harus selalu diberikan wadah. Harus diberikan kesempatan untuk bisa mengeksplorasi diri, menjadikan Indonesia penghasil atlet-atlet pencaksilat dunia," tuturnya.
Tak hanya itu saja menurut Sri Redjeki pihak KONI DIY juga sangat berharap kejuaraan GPS-Y ini bisa terus dilaksanakan. Sebab pihak KONI DIJ sendiri ingin Kota Pelajar ini menjadi barometer pencetak atlet-atlet pencaksilat Indonesia.
"Teruslah berlatih. Jadikan waktu dan kesempatan ini untuk menjadi atlet-atlet masa depan Indonesia," pesannya kepada para atlet.
Kejuaraan dibuka oleh Ketua IPSI DIY KPH Purbodiningrat, Sabtu (4/10/2025).
Event ini memperebutkan piala bergilir Ketua IPSI DIY. (ayu)
Editor : Bahana.