Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pelatih Manchester United Ruben Amorim: Mustahil Bertahan Jika Hasil Tidak Lebih Baik

Satria Putra Sejati • Sabtu, 4 Oktober 2025 | 19:20 WIB
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim terlihat kecewa setelah tim besutannya dihajar Brentford dengan skor 3-1
Pelatih Manchester United, Ruben Amorim terlihat kecewa setelah tim besutannya dihajar Brentford dengan skor 3-1

RADAR JOGJA - Ruben Amorim mengatakan akan naif jika berpikir ia akan diizinkan melanjutkan sebagai manajer Manchester United jika hasil buruk tim terus berlanjut.

Posisi Amorim sedang berada di bawah pengawasan ketat menjelang kunjungan Sunderland ke Old Trafford pada Sabtu (4/10) malam.

Pelatih asal Portugal ini hanya memenangkan sembilan dari 33 pertandingan Premier League/ Liga Inggris sejak penunjukannya 10 bulan lalu.

Dan ia mengakui bahwa mustahil bagi salah satu pemilik Sir Jim Ratcliffe untuk terus menunjukkan kepercayaannya jika performa Setan Merah tidak segera membaik.

"Tidak ada seorang pun di sini yang naif," kata Amorim. "Kami memahami bahwa kami membutuhkan hasil yang baik untuk melanjutkan proyek ini," lanjutnya.

"Kami akan mencapai titik yang mustahil bagi semua orang karena ini adalah klub yang sangat besar dengan banyak sponsor, dengan dua pemilik. Jadi sulit, keseimbangannya sangat sulit," imbuhnya.

Manchester United akan berusaha memperpanjang rekor tak terkalahkan melawan tim-tim promosi, dan kini akan melawan Sunderland akhir pekan ini.

Kekalahan terakhir Setan Merah adalah melawan Watford pada November 2021, hasil yang mendorong klub untuk memecat Ole Gunnar Solskjaer.

Empat dari sembilan kemenangan liga Amorim diraih melawan tim-tim promosi, Southampton, Leicester, dan Ipswich musim lalu, serta Burnley musim ini.

Namun, Sunderland menjadi ancaman yang signifikan setelah beradaptasi dengan baik di liga, meraih 11 poin dari enam pertandingan pertama. Ini adalah awal terbaik bagi klub yang baru saja promosi dari Championship sejak West Ham pada 2012.

Menjelang pertandingan melawan tim asuhan Regis Le Bris, Amorim menghadapi lebih banyak desakan untuk mengubah formasi 3-4-3-nya, tetapi ia kembali menegaskan tidak akan beralih ke formasi yang berbeda.

"Saya manajer klub, klub besar," katanya. "Dan medialah yang akan mendikte apa yang akan saya lakukan? Tidak mungkin," katanya.

"Masalah terbesar saya adalah para pemain saya percaya pada kalian (media) ketika kalian bilang masalah tim kami adalah sistemnya," lanjutnya.

"Tim ini bermain dalam sistem yang berbeda selama bertahun-tahun. Dan Anda bicara tentang kurangnya identitas, tanpa ide, apa pun. Jadi masalahnya bukan pada sistemnya. Masalahnya pada detail-detail kecil, cara kami bermain," jelasnya.

Kekalahan dari Sunderland akan semakin meningkatkan tekanan pada Amorim menjelang jeda internasional.

Ada spekulasi bahwa pria berusia 40 tahun itu bisa saja mengundurkan diri sebelum dipecat jika hasil buruk terus berlanjut, tetapi dia mengatakan hanya hierarki klub yang akan memutuskan masa depannya.

"Tidak, itu keputusan dewan," kata Amorim. "Saya tidak bisa melakukan itu. Terkadang saya merasa seperti itu dan kalah itu berat.

"Sangat membuat frustrasi ketika Anda menciptakan momentum, melaju ke pertandingan berikutnya, sesuatu terjadi. Perasaan itu terkadang sangat menyakitkan bagi saya. Begitu pula para pemain dan terutama staf di sini. Tapi itu bukan keputusan saya," tegasnya.

Editor : Satria Putra Sejati
#liga inggris #manchester united #sunderland #setan merah #premier league #Ruben Amorim