Setelah menutup pekan ketujuh dengan hasil imbang melawan PSM Makassar di Parepare, 27 September 2025, PSIM Jogja dipastikan tidak akan langsung turun berlaga di pekan berikutnya.
Sesuai keputusan operator liga dan PSSI, pertandingan pekan ke-8 resmi ditunda dan dijadwalkan ulang pada Desember mendatang.
PSIM sejatinya dijadwalkan menjamu PSBS Biak pada 2 Oktober, namun kini harus menunggu hingga 30 Desember untuk melakoni duel itu.
Penundaan dilakukan bukan tanpa alasan. PSSI memberi ruang khusus untuk Timnas Indonesia yang tengah bersiap menghadapi ronde keempat kualifikasi Piala Dunia 2026.
Dengan demikian, seluruh klub peserta liga diharapkan bisa mendukung persiapan timnas, baik yang menyumbangkan pemain maupun tidak.
Menanggapi situasi ini, Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel mengaku bisa memahami kebijakan dan situasi tidak terprediksi ini.
"Saya bisa paham alasannya. Federasi butuh waktu persiapan lebih panjang agar timnas bisa benar-benar fokus untuk ronde empat kualifikasi Piala Dunia 2026," katanya, Senin (30/9/2025).
Meski demikian, di satu sisi ia juga menuturkan hal ini sedikit mengganggu ritme tim yang sedang dalam tren positif. Namun secara garis besar, ia menilai keputusan federasi tetap patut dihormati.
"Walaupun untuk kami ada sedikit ketidaknyamanan karena momentum sedang bagus. Tapi ini situasi yang harus diterima," ujar Van Gastel.
Pelatih asal Belanda itu menambahkan, pihaknya memilih melihat sisi positif dari penundaan ini. Dengan adanya jeda kompetisi, para pemain mendapat waktu lebih panjang untuk beristirahat sekaligus memulihkan kondisi.
"Waktu persiapan lebih panjang. Itu bisa untuk evaluasi dan memperbaiki detail permainan," tambahnya.
Setelah jeda lebih dari dua pekan, PSIM dijadwalkan kembali bertanding pada pekan ke-9 Super League.
Reva Adi dan tim akan melakoni laga tandang ke Tangerang, menghadapi Persita di Stadion Indomilk Arena, 17 Oktober mendatang. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun