RADAR JOGJA - Hanya empat bulan setelah berhadapan di semifinal Europa League, Bodo/Glimt dan Tottenham Hotspur kembali bertemu namun kini di Liga Champions pada Rabu (1/10) dini hari di Lingkaran Arktik.
Di bawah arahan Ange Postecoglou, The Lilywhites mengalahkan tim Skandinavia itu dengan agregat 5-1 pada bulan Mei, tetapi tuan rumah tetap berhasil melaju ke babak penyisihan grup.
Dalam perjalanan menuju trofi yang telah lama dinantikan dan tempat yang didambakan di Liga Champions, Tottenham dengan mudah mengalahkan Bodo/Glimt dalam dua leg di semifinal Europa League tahun lalu, setelah menang 3-1 atas klub London Utara tersebut dengan kemenangan 2-0 di wilayah Nordik.
Dengan Postecoglou yang kini mencoba menunjukkan keajaibannya di Nottingham Forest, Spurs kembali ke Bodo dengan modal satu kemenangan di bawah asuhan Thomas Frank di Liga Champions 2025/26, di mana pelatih asal Denmark tersebut menjadi otak kemenangan 1-0 atas Villarreal berkat gol bunuh diri Luiz Junior di awal laga.
Skor akhir tersebut menggambarkan kemenangan pembuka yang menegangkan bagi sang juara bertahan Europa League, tetapi juga membawa mereka di ambang pencapaian sesuatu yang baru pernah mereka lakukan sekali sebelumnya di musim Liga Champions.
Musim 2017/18 merupakan musim pertama di mana Spurs meraih dua kemenangan dalam dua pertandingan Liga Champions pertama, dan di semua kompetisi UEFA, mereka hanya kalah dalam satu dari 13 pertandingan terakhir di benua Eropa.
Menumbangkan lawan dari Norwegia juga mudah bagi raksasa London Utara, yang telah memenangkan keenam pertandingan sebelumnya melawan tim dari negara Skandinavia tersebut, dan pasukan Frank memasuki pertarungan ini dengan rekor lima pertandingan tak terkalahkan di semua turnamen.
Namun, hasil imbang 1-1 di liga domestik pada akhir pekan dengan Wolverhampton Wanderers yang sebelumnya tanpa poin mungkin terasa seperti kekalahan bagi Tottenham, meskipun selebrasi Joao Palhinha yang melepas kausnya setelah gol penyeimbang di menit-menit terakhir menunjukkan hal yang sebaliknya.
Sementara Tottenham menutup jalur menuju Liga Champions melalui status bintang Europa League untuk Bodo/Glimt, sang juara Eliteserien akhirnya diresmikan di kompetisi tertinggi Eropa berkat kemenangan agregat 6-2 atas Sturm Graz di babak playoff kualifikasi.
Salah satu dari empat klub yang melakoni debut di Liga Champions musim ini, tim asuhan Kjetil Knutsen memberikan hasil yang sepadan di pekan pertama, dengan melakukan comeback yang tak terduga dari ketertinggalan dua gol melawan klub Ceko, Slavia Praha.
Tim Skandinavia itu tampak terpuruk ketika Youssoupha Mbodji menggandakan keunggulan Slavia di menit ke-74, tetapi Daniel Bassi memperkecil ketertinggalan beberapa saat kemudian sebelum Sondre Brunstad Fet menyelamatkan satu poin di menit ke-90.
Drama empat gol di Fortuna Arena ini merupakan pertandingan ketiga dari lima pertandingan tak terkalahkan bagi Bodo/Glimt, yang mengalahkan Odds BK dalam laga Piala Norwegia, meskipun kemenangan itu harus dibayar dengan harga yang cukup mahal.
Head to head:
09/05/2025 Bodo/Glimt 0-2 Tottenham Hotspur
02/05/2025 Tottenham Hotspur 3-1 Bodo/Glimt
5 pertandingan terakhir Bodo/Glimt:
25/09/2025 Odds Ballklubb 1-3 Bodo/Glimt
21/09/2025 Rosenborg 1-1 Bodo/Glimt
17/09/2025 Slavia Praha 2-2 Bodo/Glimt
13/09/2025 Bodo/Glimt 7-1 Kristiansund BK
31/08/2025 Sandefjord 1-2 Bodo/Glimt
5 pertandingan terakhir Tottenham Hotspur:
28/09/2025 Tottenham Hotspur 1-1 Wolves
25/09/2025 Tottenham Hotspur 3-0 Doncaster Rovers
20/09/2025 Brighton 2-2 Tottenham Hotspur
17/09/2025 Tottenham Hotspur1-0 Villarreal
13/09/2025 West Ham 0-3 Tottenham Hotspur
Prediksi susunan pemain:
Bodo/Glimt (4-3-3):
Lund (GK); Sjovold, Bjortuft, Nielsen, Aleesami; Fet, Berg, Auklend; Blomberg, Hogh, Hauge
Tottenham Hotspur (4-3-3):
Vicario (GK); Porro, Danso, Van de Ven, Spence; Sarr, Palhinha, Bergvall; Johnson, Richarlison, Odobert
Prediksi:
Kami katakan: Bodo/Glimt 0-2 Tottenham Hotspur
Kurangnya intrik Spurs melawan tim juru kunci Premie League memang mengkhawatirkan, tetapi lini serang yang diperbarui seharusnya bisa menyelesaikan tugas di Norwegia.
Meskipun rekor tak terkalahkan Bodo memang sedap dipandang, mereka gagal menjaga clean sheet dalam enam pertandingan terakhir, dan pertahanan mereka pasti tidak akan bertahan selama 90 menit penuh.
Editor : Satria Putra Sejati