RADAR JOGJA - Brighton mencetak dua gol di menit akhir pertandingan saat the Seaguls mengunci kemenangan comeback atas Chelsea yang bermain dengan 10 pemain dengan skor 3-1 di Premier League di Stamford Bridge.
Sundulan Maxim De Cuyper membawa Brighton unggul pada menit ke-92, mengejutkan Chelsea yang kesulitan sejak kartu merah Trevoh Chalobah pada menit ke-53.
Pemain pengganti De Cuyper dibiarkan tanpa pengawalan untuk menyundul bola ke gawang setelah Mats Weiffer mengembalikan umpan silang dalam dari Yasin Ayari ke dalam kotak penalti, sebelum rekan penggantinya Danny Welbeck menambah gol ketiga untuk mengakhiri perlawanan Chelsea.
Untuk kedua kalinya dalam dua pertandingan liga berturut-turut, Enzo Maresca harus mencari solusi setelah kartu merah dikeluarkan.
Kali ini, setidaknya dia mendapat keuntungan dari gol Enzo Fernandez di pertengahan babak pertama, tetapi setelah Chalobah diusir karena menghalangi Diego Gómez saat akan mencetak gol, Chelsea terpaksa berimprovisasi.
Kegagalan the Blues unutk melakukannya kembali menimbulkan pertanyaan tentang kemampuan tim muda ini untuk beradaptasi dan mengatur strategi saat berada di bawah tekanan.
Manchester United belajar pekan lalu betapa gugupnya Chelsea saat situasi berubah dengan cepat, dan di sini Brighton menjadi penerima manfaatnya. Welbeck menyamakan kedudukan dengan sundulan pada menit ke-77 saat permainan berbalik menguntungkan thea Seagulls.
The Blues memulai dengan sangat baik dan hampir saja mengakhiri perlawanan Brighton pada babak pertama. Bart Verbruggen berhasil menahan tendangan bebas dari Fernandez dan Reece James, sementara Marc Cucurella melepaskan tembakan awal yang melebar satu yard dari gawang mantan klubnya.
Para pendukung Chelsea bersorak saat Estevao Willian melewati Ferdi Kadioglu di tengah lapangan, lalu menerobos ke kotak penalti dengan tekad sebelum Jan Paul van Hecke berhasil menghalau bola ke luar untuk tendangan sudut.
Pertandingan berlangsung dengan tempo yang cepat, penuh dengan umpan satu sentuhan dan lari zig-zag, kebalikan dari penampilan lesu Chelsea saat menyerah kepada MU seminggu sebelumnya.
Tanpa Cole Palmer, Fernandez mengambil peran nomor 10 seperti yang dia lakukan melawan Bayern Munich. Kecepatan berpikirnya saat menguasai bola dan ketepatan sentuhannya di tengah lapangan memperlancar dominasi awal Chelsea.
Gol pada menit ke-24 sangat layak. Moises Caicedo mengoper bola ke sisi kanan untuk James, dan saat umpannya melambung ke atas membentuk lengkungan setelah mengenai Karou Mitoma yang menutup, Fernandez berada di tiang jauh, melayang di udara saat bola jatuh dan menyundulnya melewati garis gawang.
Kemudian datang kartu merah yang mengubah jalannya pertandingan. Umpan buruk dari Andrey Santos membuat Chalobah menjadi pemain terakhir yang menghadapi serangan Gomez ke arah gawang.
Bek Chelsea tersebut melakukan upaya sia-sia untuk merebut bola dari belakang, dan setelah analisis VAR yang panjang, ia dikeluarkan dari lapangan.
Welbeck masuk dan melepaskan tembakan yang melebar dengan menyakitkan setelah kehilangan Cucurella, sementara Chelsea gagal membersihkan area pertahanan.
Namun, Welbeck tidak bisa dihentikan. Beberapa saat kemudian, ia dibiarkan bebas di dalam kotak penalti untuk melompat dan menyundul umpan silang Yankuba Minteh melewati Robert Sanchez untuk gol penyeimbang.
Gol De Cuyper untuk skor 2-1 menjadi pukulan telak bagi Chelsea. Hanya sedikit pendukung yang masih berada di stadion saat Welbeck mencetak gol keduanya dalam laga ini dan gol ketiga untuk Brighton.
Editor : Satria Putra Sejati