JOGJA - Harapan pendukung setia PSIM Jogja untuk menyaksikan debut Donny Warmerdam di BRI Super League 2025/2026 harus tertunda dan lebih bersabar.
Gelandang bertahan asal Belanda itu dipastikan absen membela Laskar Mataram, setidaknya hingga akhir tahun karena cedera.
Sejak resmi dikontrak PSIM pada pertengahan Agustus lalu, Donny belum sekalipun merasakan atmosfer pertandingan bersama PSIM.
Pemain jebolan Jong Ajax Amsterdam itu bahkan sudah absen mengikuti latihan rutin bersama tim sejak awal September.
Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel membenarkan kondisi anak asuhnya itu memang masih membutuhkan waktu pemulihan cukup panjang.
"Donny ada cedera di kakinya. Jadi beberapa bulan ke depan dia tidak bisa gabung dengan tim, mungkin sampai akhir tahun," ungkapnya Selasa (23/9).
Meski demikian, Van Gastel tidak membeberkan secara detail bagian cedera yang dialami gelandang barunya tersebut. Ia hanya memastikan cedera Donny tidak sampai membutuhkan tindakan operasi.
"Saya rasa itu bukan kapasitas saya untuk membicarakan cederanya bagian mana secara detail. Tapi dia berada di Jogja dan tidak ada operasi," terangnya.
Bagi Van Gastel, absennya Donny tentu menjadi kerugian tersendiri. Pasalnya, kehadiran mantan pemain Jong Ajax itu merupakan salah satu permintaan khususnya dalam bursa transfer lalu.
Kehadiran Donny di lini tengah diharapkan mampu menambah stabilitas sekaligus kualitas permainan PSIM di kasta tertinggi.
Baca Juga: Update Klasemen BRI Super League, Borneo FC Masih Sempurna, Persija Terjegal, PSIM Berikan Kejutan
Namun, dengan kondisi saat ini Van Gastel hanya bisa berharap pemulihan Donny bisa berjalan lebih cepat dari perkiraan. "Ini akan memakan waktu beberapa bulan. Mungkin November atau Desember baru bisa gabung," tambahnya.
Dengan situasi ini, PSIM tampaknya masih harus mengandalkan komposisi gelandang yang ada untuk mengarungi ketatnya persaingan BRI Super League musim ini.
Sementara itu, para pendukung Laskar Mataram perlu lebih bersabar menunggu aksi perdana Donny Warmerdam mengenakan seragam kebanggaan biru. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun