Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

FIFA Restui Rangkap Jabatan Erick Thohir Sebagai Menpora dan Ketum PSSI

Satria Putra Sejati • Selasa, 23 September 2025 | 22:35 WIB
Erick Thohir tegaskan Timnas Indonesia wajib waspada hadapi Lebanon, Senin (8/9/2025).
Erick Thohir tegaskan Timnas Indonesia wajib waspada hadapi Lebanon, Senin (8/9/2025).

RADAR JOGJA - FIFA resmi memberikan restu kepada Erick Thohir untuk merangkap jabatan sebagai Ketua Umum PSSI dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), seperti yang dilansir dari Jawapos.com.

Erick menegaskan rangkap jabatan tersebut tidak melanggar aturan FIFA dan dirinya dinyatakan bersih dari konflik kepentingan.

Erick mengaku lega setelah mendapatkan kepastian hitam di atas putih dari FIFA. Ia menegaskan surat tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi terkait posisinya di pemerintahan sekaligus organisasi sepak bola.

Menurut Erick, FIFA menilai rekam jejaknya di dunia sepak bola menjadi pertimbangan penting.

Pengalaman panjangnya sebagai pengurus olahraga internasional membuatnya dinilai layak memimpin PSSI meski menjabat Menpora.

“Tadi pagi saya dapat surat FIFA, yang menyatakan secara statuta dengan track record saya yang sudah ada selama ini di sepak bola itu tidak ada benturan kepentingan,” kata Erick.

“Jadi saya clean and clear, nah tentu sebagai Menpora saya jaga keseimbangan itu.”

Erick dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menpora pada 17 September 2025 lalu. Ia menggantikan Dito Ariotedjo yang sebelumnya mengisi posisi tersebut sejak April 2023.

Meski merangkap jabatan, Erick memastikan tugasnya sebagai Menpora tidak akan berat sebelah. Ia menegaskan sepak bola tidak akan menjadi “anak emas” di Kementerian Pemuda dan Olahraga.

“Tidak mungkin saya sebagai Menpora, anak emasnya sepak bola, enggak,” ucapnya.

Erick juga menyampaikan terima kasih kepada FIFA atas kepercayaan yang diberikan. Menurutnya, restu ini menjadi bukti kinerjanya selama ini diakui secara internasional.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan dukungan penuh saat pelantikannya. Erick baru berani berbicara ke publik setelah menerima surat resmi dari FIFA sebagai bentuk kepastian hukum.

Baca Juga: Jalan Rusak dan Jembatan di Kulon Progo Terus Dibenahi, Dapat Gelontoran Dana Rp 22,5 Miliar dari Pusat untuk Dua Paket Pengerjaan

“Saya mengucapkan terima kasih kepada FIFA, atas kepercayaannya, dan Bapak Presiden juga, ketika pelantikan, juga bicara kepada saya secara langsung saya percaya Bapak Erick bisa menjalankan semua dengan baik,” ujarnya.

“Saat itu, saya tidak mau bicara sebelum ada black and white.”

Dengan adanya surat tersebut, Erick memastikan dirinya akan tetap memimpin PSSI hingga masa jabatannya berakhir pada 2027. Ia berkomitmen menjaga integritas federasi sekaligus memperkuat tata kelola olahraga di tanah air.

Secara regulasi, FIFA memang tidak melarang seorang pejabat pemerintah merangkap sebagai ketua federasi sepak bola.

Aturan utama FIFA hanya menekankan agar federasi tetap independen tanpa intervensi pemerintah atau politik.

Ketentuan itu sudah menjadi prinsip dasar FIFA sejak lama. Tujuannya adalah menjaga agar sepak bola tetap bersih dari campur tangan kepentingan luar.

Di sisi lain, Erick menegaskan dirinya akan memegang teguh prinsip tersebut. Ia berkomitmen membangun sepak bola Indonesia tanpa mengorbankan netralitas PSSI.

Keputusan FIFA yang memberi lampu hijau juga menepis kekhawatiran sejumlah pihak. Banyak yang sempat khawatir posisi Erick sebagai Menpora akan berpotensi memicu konflik kepentingan di tubuh federasi.

Namun, FIFA justru menganggap rangkap jabatan Erick sebagai hal yang sah. Dengan catatan, pemerintah tidak boleh ikut campur dalam urusan teknis PSSI.

Erick menyebut tugasnya ke depan adalah menjaga keseimbangan dua peran penting tersebut.

Sebagai Menpora ia harus mengawal kebijakan olahraga nasional, sementara sebagai Ketum PSSI ia harus memastikan transformasi sepak bola berjalan sesuai target.

Ia juga menekankan pentingnya memperhatikan seluruh cabang olahraga. Tidak hanya sepak bola, namun juga 13 hingga 14 cabang unggulan yang ditetapkan sebagai prioritas pemerintah.

“Anak emas saya nanti itu cabang olahraga unggulan yang 13 atau 14 cabor itu. Dan tentu olahraga yang lain, kita tata ulang,” ungkap Erick.

Baca Juga: Bang Si Hyuk Kembali Jalani Pemeriksaan Polisi untuk Kedua Kalinya dalam Sepekan

Editor : Satria Putra Sejati
#ketua umum pssi #menpora #rangkap jabatan #FIFA #Erick Thohir