Sejauh ini PSIM sudah melakoni enam pertandingan di BRI Super League 2025/2026 dengan tiga laga kandang, dan tiga laga tandang.
Pemain asal Jepang itu sejauh ini selalu jadi pilihan utama Pelatih Jean Paul van Gastel untuk bermain penuh sejak menit pertama.
Kepada Radar Jogja Yusaku mengaku sejauh ini rumput lapangan atau stadion yang ideal adalah rumput milik tim lawan. Saat PSIM menjalani laga tandang.
"Menurut saya pribadi yang terbaik sejauh ini rumput lapangan milik Malut United. Lalu Gelora Bung Tomo di Gelora Bung Tomo," katanya, Senin (22/9/2025).
Sementara soal rumput Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, ia juga menuturkan cukup ideal dan mudah untuk mendistribusikan bola.
"Rumput di Bali juga cukup enak dan tidak terlalu keras. Itu membuat distribusi bola jadi lebih mudah," ungkapnya.
Sementara menyoal rumput lapangan di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul sendiri yang saat ini menjadi home base bagi PSIM, Yusaku berujar ia perlu penyesuaian lebih di laga-laga awal. Terutama di laga perdana.
"Saya harus akui laga perdana melawan Arema itu cukup berat. Rumputnya berbeda, lalu cuacanya juga sangat panas," ulasnya.
Kendati demikian, ia menyoroti ada peningkatan kualitas dan performa rumput di SSA. Secara perlahan ia pun sebagai pemain juga sudah mulai beradaptasi.
Namun satu hal lainnya yang belum benar-benar bisa ia aplikasikan adalah bermain siang menuju sore hari.
Yusaku mengaku masih terus melakukan adaptasi untuk bisa bermain secara optimal di sore hari. Ini karena baginya, bermain di siang dan malam hari memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Baca Juga: Pegawai Bank Plecit Kepergok Curi Bra, Warga Murka!
Secara pribadi ia mengaku lebih suka bermain malam hari. Baginya, saat bermain malam hari hal itu berpengaruh positif terhadap suhu tubuh, hingga intensitas permainan.
"Saya lebih suka main malam hari. Dan mungkin begitu juga dengan beberapa pemain asing lainnya," ungkapnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun