Fokus awal pembinaan diarahkan kepada penguatan fisik pemain kelompok usia U-16, U-18 maupun U-20.
Direktur Akademi EPA PSIM Jogja Andhika Mulia Pratomo menjelaskan, penguatan fisik pemain menjadi pondasi utama sebelum memasuki tahap taktikal.
"Untuk program awal ini kita sudah harus membentuk pondasi fisik dulu. Disesuaikan dengan kebutuhan taktikal, dan sudah berjalan hampir dua minggu ini," ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Menurutnya, kondisi fisik pemain U-16 dan U-18 relatif lebih siap karena sebagian besar aktif mengikuti kompetisi reguler Piala Soeratin. Namun, situasi berbeda terjadi pada skuad U-20.
"Kalau U20 setelah seleksi langsung kita genjot fisiknya. Karena mereka tidak ada kompetisi rutin, jadi kualitas fisiknya belum sama dengan U-16 dan U-18," jelasnya.
Meski demikian, ia menuturkan progres latihan berjalan positif. Sampai saat ini fisik para pemain di tim U-20 juga sudah melebihi target yang tim pelatih inginkan.
Setelah pondasi fisik terbentuk, fokus latihan akan diarahkan pada pemeliharaan kondisi sekaligus pematangan aspek taktikal baik secara tim, unit, maupun individu.
Mengenai pengalaman, Andhika menilai PSIM tetap memiliki modal meski baru pertama kali ambil bagian di EPA.
"Gambaran kompetisi sudah ada, terutama dari scouting di Soeratin kemarin untuk U-16 dan U-18. Untuk U-20 juga sudah ada gambaran," tuturnya.
Andhika menegaskan manajemen tidak membebankan target khusus di EPA. Kendati demikian, ia dan tim pelatih tetap berharap bisa memberikan penampilan terbaik.
"Harapannya kita siap ikut EPA 2025/26. Walaupun peserta baru, jangan sampai gagal. Gagal bukan berarti kalah, tetapi tidak bisa menampilkan yang terbaik," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun