JOGJA - Adaptasi yang cukup cepat dan positif ditunjukkan pemain sayap PSIM Jogja asal Belanda, Anton Fase.
Setelah resmi dikontrak Laskar Mataram untuk mengarungi BRI Super League 2025/2026, Anton sudah memainkan dua laga dari total 5 pertandingan PSIM.
Dari dua laga yang dimainkan, Anton dipercaya Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel untuk tampil dari bangku cadangan.
Meski sebagai pemain pengganti, kesempatan yang diberikan itu dibayarnya dengan cukup positif. Anton kini tercatat sudah menorehkan satu gol.
Untuk diketahui, Anton sendiri baru kali pertama menjajal kompetisi sepak bola Indonesia.
Menurutnya, dari dua laga yang sudah dijalani, kontra Malut United dan Borneo FC, ia menilai intensitas dan tempo permainan di sepak bola Indonesia cukup tinggi dan membuatnya antusias.
"Intensitas kompetisi di Indonesia ini tinggi, baik secara organisasi tim maupun skill individu para pemain," ungkapnya Selasa (16/9).
Secara garis besar, pemain kelahiran 6 Februari 2000 itu juga mengamati, para pemain yang berlaga di BRI Super League jauh lebih variatif dan kompetitif.
Ini jika dibandingkan kompetisi yang ia mainkan sebelumnya, yakni Singapore Premier League atau liga tertinggi di Singapura.
Secara akumulatif, BRI Super League memang lebih kompetitif dengan tim yang lebih banyak.
Total ada 18 tim yang berkompetisi di kasta tertinggi, sementara di Singapura hanya ada 8 tim di kasta teratas.
"Liga Singapura juga cukup sulit dengan dinamikanya, tapi sejauh ini intensitas yang tinggi dan berbeda di Indonesia," tutur pemain yang pernah menimba ilmu di akademi AZ Alkmaar tersebut.
Menghadapi kompetisi yang masih akan panjang berjalan, Anton mengaku siap dan antusias untuk menatap laga-laga selanjutnya. "Saya sangat senang dan antusias bisa bermain di Indonesia, bermain untuk PSIM," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun