Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bek PSIM Yusaku Yamadera Apresiasi Pola Latihan Jean Paul van Gastel: Disiplin dan Intens

Fahmi Fahriza • Rabu, 17 September 2025 | 03:10 WIB

 

Pemain bertahan PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera.
Pemain bertahan PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera.
 

JOGJA - Bek tengah PSIM Jogja asal Jepang Yusaku Yamadera menjadi salah satu dari beberapa pemain yang dipertahankan manajemen setelah keberhasilan Laskar Mataram promosi dari Pegadaian Liga 2 2024/2025 ke BRI Super League 2025/2026.

Keputusan dan kepercayaan itu membuat ia semakin bertekad terus berkembang dan meningkatkan kualitas permainan.

Pemain kelahiran 4 Agustus 1997 ini menyadari, kompetisi Super League yang merupakan kasta tertinggi sepak bola Indonesia memiliki level permainan jauh lebih tinggi dibandingkan Liga 2.

Untuk itu, ia menambahkan program latihan mandiri di luar jadwal tim, seperti berlatih di gym dan memperbanyak sesi kardio.

"Tim-tim di Super League jelas lebih berat dibanding musim lalu. Karena itu saya rutin menambah latihan di luar program tim agar bisa menjaga performa," ujarnya Selasa (16/9).

Dalam prosesnya, Yusaku mengaku mendapat banyak masukan agar menambah massa otot dan bobot tubuh guna memperkuat duel fisik.

Namun Yusaku berujar ia tetap memilih menjaga kecepatan dan mobilitasnya.

Baginya, aspek itu menjadi modal paling penting dalam gaya bermainnya sebagai bek tengah.

"Kalau saya menambah berat badan, pasti ada dampaknya terhadap kecepatan. Saya ingin tetap mengandalkan antisipasi, intercept, dan clearances cepat," terangnya.

Secara pribadi ia juga menyadari posturnya yang 181cm tidak setinggi kebanyakan bek tengah lain di Super League.

Namun hal itu tidak membuatnya gentar. Ia justru berusaha memaksimalkan hal-hal lain yang menjadi kelebihannya, terutama dalam membaca permainan lawan.

"Saya bukan tipe bek yang hanya mengandalkan duel fisik. Saya berusaha ambil posisi, membaca ruang, dan melakukan sapuan tepat waktu," jelasnya.

 Yusaku juga memberikan apresiasi terhadap pola latihan yang diterapkan Pelatih Kepala PSIM Jean Paul van Gastel serta pelatih fisik Jorge Gomez Alba.

Ia menilai program latihan tim memiliki disiplin tinggi dan intensitas yang sesuai standar kompetisi tertinggi.

"Saya merasa nyaman dengan pola latihan ini. Intensitasnya tinggi, disiplin, dan benar-benar membantu kami berkembang,"  katanya.

Dengan pendekatan itu, Yusaku berharap bisa terus berkontribusi untuk PSIM di musim perdana BRI Super League.

Ia menegaskan siap bersaing dengan penyerang-penyerang top lawan dan berusaha memberikan rasa aman di lini belakang Laskar Mataram. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#Yusaku Yamadera #BRI Super League #Laskar Mataram #Jean Paul van Gastel #PSIM Jogja