Kontingen Sleman berhasil menunjukkan performa gemilang pada babak penyisihan dengan menargetkan langkah lebih jauh hingga partai final.
Pelatih tim basket 3x3 Sleman Jeremy Abadi Tarigan mengaku puas dengan kemenangan timnya. Namun ia tak menampik jika kekuatan lawan dari Gunungkidul cukup mengejutkan.
"Hasilnya kami cukup senang karena bisa menang. Cuma agak kaget juga karena selama ini Gunungkidul seperti menyimpan kekuatannya.
Begitu muncul, ternyata cukup bagus. Untungnya anak-anak bisa cepat beradaptasi, tidak tertekan oleh serangan lawan dan mampu mengeluarkan kelebihan mereka,” ungkap Jeremy saat ditemui seusai pertandingan, Senin (15/9/2025).
Meski demikian, Jeremy menegaskan perjuangan masih panjang. Untuk bisa menembus final, Sleman harus mampu menjaga konsistensi permainan di sisa pertandingan babak penyisihan melawan Bantul dan Kota Jogja.
"Yang masuk final itu kan peringkat 1 dan 2. Jadi minimal kami harus ambil satu kemenangan lagi. Kecuali kalau ada situasi saling mengalahkan, nanti akan dihitung poin.
Target kami jelas lolos final dulu, baru setelah itu mengincar emas untuk Sleman,” tegasnya.
Optimisme yang sama juga datang dari atlet basket putri Sleman Adiha Keina Feferra Adiski.
Ia menilai pertandingan melawan Gunungkidul bukanlah laga mudah, mengingat lawan tampil lebih kuat dari perkiraan.
"Pertandingan tadi cukup mengejutkan. Di nomor lain, tim putri Gunungkidul tidak sekuat ini, tapi di 3x3 mereka tampil tangguh, bahkan punya pemain besar-besar.
Itu cukup membuat kami kewalahan. Tapi berkat kekompakan dan rasa percaya diri, kami bisa menang dua ronde berturut-turut,” jelas Keina.
Basket 3x3, yang dikenal cepat, dinamis, dan penuh adu strategi kini menjadi salah satu nomor unggulan di Porda DIY XVII 2025.
Dengan modal kemenangan awal, tim Sleman menatap laga berikutnya dengan percaya diri.
Keina berharap bisa menembus final dan membawa pulang medali emas untuk Kabupaten Sleman. Menurutnya, kunci kemenangan tim Sleman ada pada disiplin bertahan serta pengaturan pola serangan.
"Kami tidak terburu-buru menyerang. Karena peraturan di nomor 3x3 ini ketat, kami harus lebih sabar. Dengan mengatur pola yang rapi, akhirnya bisa mengatasi tekanan lawan," tambahnya. (bas/laz)
Editor : Herpri Kartun