Dalam laga kandang mereka di BRI Super League 2025/2026 ini, setiap pembelian tiket yang dilakukan penonton, sudah termasuk jaminan asuransi di dalamnya.
Ketua Panpel PSIM Wendy Umar mengungkapkan, adanya asuransi tiket ini merupakan terobosan dari manajemen PSIM untuk menjamin keamanan dan keselamatan penonton yang hadir.
"Bukannya kita meminta musibah, tapi ini tindakan preventif. Jadi asuransi itu sudah include di harga tiket yang dibeli," kata Wendy, Senin (15/9/2025).
Ia menerangkan, secara skema jaminan asuransi tersebut berlaku sejak tiga jam sebelum dan tiga jam sesudah pertandingan kandang berlangsung.
"Karena kita ketahui lokasi atau konturnya DIY kan variatif. Dan tiga jam itu durasi jarak yang kita pikirkan," paparnya.
Wendy membeberkan, sejatinya ide atau inovasi asuransi ini sudah dirancang sejak dua tahun lalu saat PSIM masih berada di Liga 2.
"Namun kami masih mengumpulkan beberapa provider asuransi ini. Akhirnya ada yang deal dan bisa terealisasi tahun ini," bebernya.
Dalam pelaksanaannya, diakui Wendy, manajemen dan panpel akan terus membenahi sistem asuransi dan melakukan evaluasi secara berkala.
"Kami akan terus evaluasi. Contoh dengan asuransi ini, apakah sistem klaimnya optimal. Itu akan dievaluasi. Lalu klaim dan pencairan berapa lama, akan kami pantau juga," terangnya.
Meski tidak menginginkan adanya tragedi yang melibatkan para penonton atau suporter, Wendy menegaskan asuransi ini diharapkan bisa sedikit menjamin dan diproyeksikan bisa berlanjut di tahun-tahun mendatang.
"Contoh evaluasi dari tahun lalu, ada penonton jatuh dari tribun atau kecelakaan. Harapannya asuransi ini bisa membantu para penonton dan suporter juga," bebernya.
Sementara itu, perwakilan penonton, Arif Prasetyo mengaku sudah dua kali menonton laga kandang PSIM di Stadion Sultan Agung (SSA) Bantul musim ini.
Secara pribadi, ia merasa lebih tenang dengan adanya fasilitas asuransi di tiket pertandingan.
Menurutnya, langkah PSIM ini menunjukkan keseriusan klub dalam memberikan rasa aman kepada para pendukungnya.
"Sebagai penonton merasa lebih lega. Kalau ada asuransi, setidaknya ada jaminan jika terjadi hal-hal di luar dugaan. Saya lihat ini tanda kalau PSIM makin profesional," ujarnya.
Arif menambahkan, inovasi ini juga selaras dengan status baru PSIM yang musim ini tampil di BRI Super League, kasta tertinggi sepak bola Indonesia, setelah penantian panjang selama 18 tahun.
"Naiknya PSIM ke Liga 1 itu luar biasa. Dan, asuransi ini saya salah satu bukti PSIM benar-benar naik kelas," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun