Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Asa Promosi di Antara Sanksi, Tim ini Punya Komposisi Pemain yang Cukup Baik, Tentu untuk Level Championship

Ananto Priyatno • Senin, 15 September 2025 | 04:21 WIB
Ananto Priyatno Pengamat Sepak Bola dan Direktur Radar Jogja
Ananto Priyatno Pengamat Sepak Bola dan Direktur Radar Jogja

SLEMAN- DAN terjadi lagi…Nasib baik sepertinya belum berpihak pada PSS Sleman musim ini. Setelah dihukum minus tiga poin di awal musim lalu, kini PSS kembali harus pasrah.

Dua laga kandang pertama, PSS tak bisa didampingi suporter setianya. Ya, ini pasti cukup berpengaruh besar bagi semangat tempur anak-anak Sleman.

Siapa sih yang tak kenal militansi pendukung PSS? Pasti nyaris semua penggemar bola tanah air sudah paham.

BCS ataupun Sleman fans lainnya, begitu spartan kalau mendukung timnya. Mau kalah, menang, seri pasti tetap didukung. Sudah barang tentu kadarnya saja yang beda.

Malam nanti, sudah dipastikan tak akan terdengar nyanyian BCS di tribun Maguwoharjo. I-League selaku operator kompetisi Liga 2 yang kini dinamakan Championship ini mengganjar hukuman dua laga kandang tanpa suporter bagi PSS.

Memang sanksi ini jauh lebih ringan dibanding awal musim lalu, PSS harus kehilangan tiga poin sebelum bertanding. Namun, sanksi larangan dua kandang tanpa suporter juga tak mengenakkan juga.

Apalagi PSS sudah berikrar jika musim ini hanya mampir saja di kasta kedua liga Indonesia. Habitat PSS bukan di sini.

Tapi di level tertinggi sepak bola tanah air. Tentu PSS ingin bersanding dengan saudara tuanya PSIM Jogja yang kini sedang menikmati bulan madu di Super League.

Tapi gak usah khawatir. PSS juga akan menemui madu malam ini. Tapi bukan bulan madu. Melainkan Beruang Madu.

Ya, PSS akan menjamu Persiba Balikpapan, tim yang berjuluk Beruang Madu. Sama halnya dengan PSS, tim asal Kaltim ini juga lama berada di level tertinggi sepak bola Indonesia.

Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, Persiba seperti tenggelam.

Padahal, Balikpapan punya satu stadion yang sangat indah. Stadion Batakan, markas Persiba merupakan salah satu stadion termegah yang ada di muka bumi Indonesia.

Desainnya bak stadion-stadion modern di Eropa. Setiap kali ada laga sepak bola di Batakan, yang disiarkan langsung TV, saya kerap mengagumi stadion ini.

Musim ini, Persiba bagi penggemar sepak bola Jogja, mungkin sedikit misterius. Baik dari persiapan maupun kekuatan tim.

Namun, di balik sesuatu yang misterius biasanya tersembunyi hal yang mengejutkan. Dari hasil penerawangan saya, tim ini punya komposisi pemain yang cukup baik. Tentu untuk level Championship.

Laiknya tim kasta kedua, Persiba juga punya tiga pemain asing. Dua dari Jepang dan satu dari Usbekistan.

Kodai Nagashima, jebolan liga Kamboja dan Takumu Nishihara, alumnus Liga Laos, dua pemain Jepang ini akan menjadi motor serangan tim besutan pelatih muda M. Nasuha. Ditopang bek asal Usbekistan Shokhrukhbek Kolmatov, Persiba tak bisa dianggap enteng.

Lazimnya jurnalis kala mengorek kekuatan tim lawan, biasanya memang yang dilihat pemain asingnya. Kalau ada nama-nama beken pasti langsung menjadi sorotan.

Bahkan kerap dijadikan judul berita. Ya, seperti itulah kerja kami he he he.

Untuk pola permainan belum bisa diraba. Pasalnya, Persiba ini juga kurang disorot media. Mungkin karena letaknya jauh dari Jogja.

Tapi bagi saudara kita di Balikpapan, tentu persiapan Persiba ini menjadi perhatian pemerhati bola setiap hari.

Tentu tak hanya pemain asingnya saja yang patut disorot. Pemain lokal yang sebenarnya menjadi backbone Persiba juga jangan dianggap remeh.

Ada sosok striker gaek Rishadi Fauzi, yang kerap menjadi pilar tim-tim promosi.

Meski usianya tak muda lagi, 35 tahun, pengalaman Rishadi bisa menjadi motor bagi Persiba. Dan menariknya, banyak pemain Persiba berusia muda. Tentu ini, akan membuat ritme permainan Persiba menjadi cepat.

PSS sendiri berangkat menghadapi laga perdana bukan tanpa persiapan. Regulasi tak bisa memakai pelatih asing tidak membuat PSS melepas Pieter Huistra.

Meneer Belanda ini tetap dipertahankan. Hanya statusnya dialihkan ke manajer teknik.

Ansyari Lubis, asisten Huistra diplot sebagai pelatih kepala. Namun, semua pendukung PSS sudah paham. Sosok di balik kemudi PSS tetaplah Huistra.

Uwak, panggilan akrab Ansyari, sepertinya juga sangat maklum. Dia pun kerap mengikuti instruksi Huistra.

Dari materi pemain, PSS juga cukup mentereng. Sederet pilar lama dipertahankan. Mungkin hampir 70 persen materi utama dipertahankan.

Mulai dari duet Brazil, Cleberson dan Gustavo Tocantin, bek hybrid Kevin Gomes, sayap lincah Riko Simajuntak, hingga Kim Kurniawan masih ada di skuad.

Ditambah pemain baru yang belakangan bergabung.

Tapi laga perdana memang sulit. Baik bagi tim yang persiapannya matang atau tim yang sedang-sedang saja, keduanya kerap kesulitan menghadapi laga perdana.

Bagi PSS diharap tanpa kehadiran suporter, tetap akan tampil trengginas, Ale. (*)

 

Oleh: Ananto Priyatno

Pengamat Sepak Bola dan Direktur Radar Jogja

Editor : Herpri Kartun
#Maguwoharjo Depok Sleman #Kevin Gomes #Super Elang Jawa #PSS #ansyari lubis #Komposisi #persiba balikpapan #Ananto Priyatno #PSS Sleman #Riko Simajuntak #cleberson #Super League #Suporter #Sport #pieter huistra #Main Bola #Super League 2025 #Maguwoharjo #Super Elja #Sepak Bola #beruang madu #championship