PSIM juga mengontrak salah satu pemain muda mereka di tim senior, Gilang Ardha Pradipta, kiper EPA PSIM U-20 yang saat ini berstatus pemain yoyo, yakni tercatat di U-20 dan juga senior.
Untuk diketahui, Gilang Ardha Pradipta sendiri kelahiran 14 Maret 2006 dan saat ini berusia 19 tahun, dengan tinggi badan 175 cm.
Manajer PSIM Jogja Razzi Taruna mengungkapkan, Gilang sudah didaftarkan sebagai kiper keempat di tim senior PSIM.
Melengkapi komposisi di posisi kiper, di mana PSIM sudah memiliki Cahya Supriadi, Harlan Suardi, dan Khairul Fikri.
"Proyeksinya Gilang tetap di senior, namun ketika nanti dia dibutuhkan di tim EPA ya dipersilakan juga," kata Razzi, Minggu (14/9/2025).
Ia menuturkan, Gilang sendiri asli dari Jogja dan secara prinsip diakuinya PSIM ingin menambah kedalaman skuad yang asli dari kota ini.
Dengan harapan, Gilang bisa mendapat jam terbang dan pengalaman berlatih bersama kiper-kiper dan para pemain senior secara keseluruhan di PSIM.
"Semoga dia bisa belajar banyak di senior, dan diimplementasikan saat dia main di EPA," ungkapnya.
Selain itu, alasan lain yang mendasari dikontraknya Gilang adalah karena kebutuhan taktikal. Razzi menyampaikan Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel seringkali melakukan latihan yang membutuhkan empat orang kiper, sehingga alasan untuk mengontrak Gilang pun semakin kuat.
"Jean Paul sering latihan dan butuh empat kiper. Walau Gilang ini nanti kemungkinannya kecil bisa main di senior, tapi semoga dia bisa banyak belajar," terangnya.
Sebelumnya, Direktur Teknik EPA PSIM Erwan Hendarwanto menerangkan, PSIM memang ingin membangun fondasi sepak bola berkelanjutan dengan menyatukan filosofi permainan dari tim senior hingga level akademi.
Sehingga, alasan dikontraknya Gilang di tim senior pun turut menguatkan visi dan filosofi tersebut.
"Ini bagian strategi jangka panjang klub. EPA PSIM yang membawahi tiga KU, U-16, U-18, dan U-20, diharap bisa adaptasi dengan filosofi tim senior," ujar Erwan.
Dengan strategi ini, Erwan berharap generasi muda yang ada di EPA PSIM tidak hanya terampil secara individu, tetapi juga mampu tampil solid dan konsisten di bawah filosofi permainan klub.
"Ini dilakukan agar ada kesinambungan gaya bermain dari level akademi sampai ke tim utama," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun