RADAR JOGJA - Ruben Amorim yakin dapat membantu perkembangan jangka panjang Kobbie Mainoo meskipun kurangnya waktu bermain reguler yang menyebabkan sang gelandang meminta pinjaman dari Manchester United bulan lalu.
Manchester United menolak permintaan tersebut dan Mainoo melakoni penampilan pertamanya di Premier League/ Liga Inggris musim ini sebagai pemain pengganti di babak kedua dalam kemenangan 3-2 atas Burnley sebelum bursa transfer internasional.
Derbi Manchester hari Minggu di Etihad membangkitkan kenangan akan gol memukau pemain berusia 20 tahun itu dan penampilannya sebagai man of the match di final Piala FA 2024 ketika tim asuhan Erik ten Hag mengalahkan Manchester City untuk mengangkat trofi.
Tetapi pemain yang menjadi starter di final Euro 2024 itu kemungkinan besar akan kembali berada di bangku cadangan akhir pekan ini.
"Seperti banyak pemain lainnya, ia ingin bermain lebih banyak," kata Amorim. "Saya tidak berbicara dengannya sebelum bursa transfer ditutup, karena saya tidak ingin Kobbie Mainoo berpikir bahwa saya sedang berbicara dengannya hanya untuk mempertahankannya. Saya tidak ingin perasaan itu," lanjutnya.
"Saya sangat percaya pada Kobbie, tetapi beberapa dari Anda berpikir bahwa Kobbie Mainoo sudah berbakat sempurna. Saya pikir dia bisa bermain jauh lebih baik, dia bisa berkembang pesat," imbuhnya.
Mainoo, yang telah mencatatkan 73 penampilan di Manchester United, berhasil menembus tim utama di bawah asuhan Ten Hag, tetapi sistem Amorim memberikan tuntutan yang berbeda pada lini tengah Setan Merah.
"Cara bermain saya benar-benar berbeda dari manajer sebelumnya," tambah Amorim.
"Dialah satu-satunya orang yang bisa menenangkan pertandingan. Sekarang kami punya pemain lain yang bisa menenangkan pertandingan. Kami bermain dengan gaya yang berbeda, dan terkadang saya berharap lebih dari Kobbie Mainoo. Dan saya tahu dia bisa memberikan itu," jelasnya.
Amorim telah mengatakan musim ini bahwa ia melihat Mainoo bersaing langsung dengan kapten klub Bruno Fernandes untuk memperebutkan tempat, meskipun keduanya bermain bersama di babak kedua saat menang melawan Burnley.
Komentar Amorim menunjukkan bahwa ia tidak sepenuhnya mempercayai Mainoo sebagai gelandang bertahan, terutama dalam hal penempatan posisi, dan hal itu telah membatasi peluangnya dalam formasi saat ini.
"Kobbie Mainoo sangat bagus dalam mengendalikan permainan, tetapi jika ia bermain sebagai gelandang delapan, ia harus mencapai kotak penalti, kembali berjalan mundur, dan terkadang ia harus menutup banyak ruang hanya dengan dua pemain," katanya.
"Bruno mungkin pemain yang paling berpengaruh dalam beberapa tahun terakhir, dan ia telah bermain di posisi itu. Kobbie Mainoo bisa bermain sebagai gelandang bertahan enam, tetapi terkadang ia mengoper bola dan pergi dan itu bukan referensi sebagai gelandang enam, jadi kami harus menyeimbangkan semuanya," tegasnya.
Editor : Satria Putra Sejati