JOGJA - Persaingan ketat mewarnai skuad PSIM Jogja pada musim debut mereka di BRI Super League 2025/2026.
Baik pemain lokal maupun asing sama-sama berusaha membuktikan kualitasnya agar mendapat kepercayaan penuh dari pelatih Jean Paul van Gastel.
Di sektor sayap, kompetisi secara sehat juga cukup sengit. Salah satunya dialami Andy Irfan, winger muda yang baru bergabung musim ini.
Pemain kelahiran 2001 itu sudah tampil dalam dua dari empat laga yang dijalani, menghadapi Persebaya Surabaya dan Arema FC.
Namun, jalannya untuk mendapatkan menit bermain reguler tidak mudah. Lantaran ia harus bersaing langsung dengan dua nama asing yakni Deri Antony Corfe serta Anton Fase, yang didatangkan sebagai amunisi anyar.
Meski demikian, Irfan menilai persaingan tersebut bukanlah beban. Melainkan motivasi tambahan untuk dirinya agar bisa terus berkembang.
"Setiap latihan maupun bermain kurang lebih sama, selalu tampil maksimal dan fokus," ujarnya Minggu (7/9).
Mantan pemain Madura United itu juga menyampaikan, kompetisi di dalam tim tetap berjalan sehat.
Semua pemain saling mendorong satu sama lain untuk memberikan performa terbaik demi kebutuhan tim.
Secara pribadi, Irfan pun berusaha menjaga konsistensi dengan meningkatkan kemampuan, baik dari aspek fisik, mental, taktik, hingga teknik.
"Sebagai pemain tentu target besarnya bisa juara dan memberi kemenangan terus untuk tim," tegasnya.
Lebih lanjut diakui proses adaptasi Irfan bersama PSIM juga berjalan lancar. Ia mengaku cepat menyatu dengan pola permainan yang diterapkan Van Gastel serta komunikasi dengan para pemain lain.
"Adaptasi cukup baik, tidak ada kendala. Baik komunikasi dengan pemain, atau pola latihan, tidak ada kendala," tambah pemain berpostur 161 cm itu.
Sebagai salah satu wajah baru di Laskar Mataram, Irfan berkomitmen terus bekerja keras agar terus mendapat kepercayaan pelatih.
"Sebagai rekrutan baru, sangat senang di PSIM. Saya akan bekerja keras dan semoga diberi kepercayaan selalu," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun