MUNGKID – Ajang bergengsi Drag Bike Championship 2025–Youngstar Battle Novice #2 yang semula dijadwalkan akhir Agustus di Mungkid, diundur menjadi 14 September 2025. Perhelatan ini dinilai menjadi wadah bagi pecinta otomotif di Jawa Tengah.
Kasat Lantas Polresta Magelang Kompol Nyi Ayu Fitria Facha menjelaskan, perubahan jadwal ini menyesuaikan padatnya agenda nasional di Kota Magelang. "Agar tidak berbenturan dengan agenda lain, drag bike kami jadwalkan ulang pada 14 September," ujarnya, Jumat (5/9).
Meski mundur, Nyi Ayu menegaskan, lomba tidak akan mengganggu aktivitas warga. Lintasan yang dipakai hanya jalur pendek dengan rekayasa lalu lintas yang sudah dipersiapkan. "Sifatnya sama seperti karnaval kemarin, hanya ada sedikit pengalihan arus," tambahnya.
Kejuaraan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-70, hasil kolaborasi Polresta Magelang dengan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Tengah.
Lomba akan berlangsung di Sirkuit Non Permanen Jalan Soekarno Hatta, Mungkid, dengan berbagai kelas mulai bracket 8–10,5 detik, FU Wungkul 147cc, FU Porting 155cc, Herex FFA 300cc, hingga kelas sunmori untuk motor bebek, Ninja, matic, dan AG Style.
Panitia juga membuka kelas lokal eks-Karesidenan Kedu bagi pembalap muda dari daerah sekitar. Pemenang di tiap kategori akan memperebutkan Piala Kapolresta Magelang dan hadiah tunai total Rp 10 juta.
Kanit Gakkum Satlantas Polresta Magelang Ipda Ricky S Hartono menekankan, kejuaraan ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga strategi mengurangi balap liar. "Kami ingin anak muda pecinta otomotif punya jalur resmi untuk menyalurkan hobinya," paparnya.
Dengan begitu, kata dia, mereka tidak lagi balapan di jalan umum yang membahayakan. Ricky menyebut, panitia juga sudah menyiapkan regulasi sesuai standar IMI dan memastikan sirkuit aman. Ia juga mengingatkan peserta untuk menjunjung sportivitas dan menegaskan Polresta tidak akan mentolerir balap liar.
Selain menghadirkan adu cepat yang seru, kejuaraan ini diharapkan menjadi hiburan berkualitas bagi masyarakat sekaligus momentum meningkatkan kesadaran berlalu lintas. "Drag bike ini bukan hanya kompetisi, tapi juga edukasi agar tertib di jalan," jelas Ricky. (aya/pra)
Editor : Heru Pratomo