Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Awal Positif di Empat Laga Awal, PSIM Jogja Tetap Incar Stabilitas di Musim Perdana Liga 1

Fahmi Fahriza • Sabtu, 6 September 2025 | 02:37 WIB

Skuad PSIM Jogja untuk mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026
Skuad PSIM Jogja untuk mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026
JOGJA - PSIM Jogja mengawali perjalanan di BRI Super League 2025/2026 dengan cukup menjanjikan.

Hingga pekan keempat, tim promosi asal Kota Gudeg ini belum sekali pun menelan kekalahan dari dua laga kandang dan dua laga tandang.

Meski tren awal terbilang positif, Direktur Utama PSIM Yuliana Tasno menegaskan, pihaknya tidak ingin larut dalam euforia secara berlebihan.

Menurutnya, target realistis PSIM musim ini adalah menjaga stabilitas dan bertahan dengan nyaman di Liga 1 atau Super League.

"Bisa masuk 10 besar di akhir kompetisi saja sudah bersyukur. Tidak ada target harus lima besar. Kalau bisa, tentu itu bonus dan menyenangkan sekali," ujarnya, Jumat (5/9/2025).

Perempuan yang akrab disapa Liana itu menekankan, pentingnya dukungan dari berbagai pihak, mulai dari suporter, stakeholder, hingga pemerintah daerah, agar PSIM bisa tetap eksis di kasta tertinggi. 

Namun demikian, dalam jangka panjang ia juga memproyeksikan agar klub PSIM bisa mandiri dengan membangun ekosistem yang solid.

"Harapannya PSIM stabil di liga 1 dengan ekosistem yang mendukung. Mencakup mindset, strategi, manajemen, pelatih, pemain, suporter, dan pemerintah," jelasnya.

Lebih lanjut ia juga memaparkan, perubahan besar pada skuad merupakan kebutuhan untuk bersaing di level tertinggi. Musim ini, PSIM mendatangkan sekitar 20 pemain baru secara keseluruhan.

"Rombak skuad cukup besar. Memang ada kebutuhan pelatih untuk menambah pemain. Tidak semua pemain dipertahankan, karena kualitas dan persaingan di Liga 1 berbeda dengan Liga 2," tegasnya.

Menurutnya, langkah ini penting agar PSIM bisa tampil lebih kompetitif menghadapi lawan-lawan tangguh di Super League.  "Inginnya permainan tim bagus dan komposisi tepat," tuturnya.

Terkait penunjukan pelatih, Jean Paul van Gastel, Liana mengungkapkan proses pemilihan dilakukan dengan serius. Ia memberi mandat kepada manajer tim Razzi Taruna untuk mencari pelatih kepala dari luar negeri.

Baca Juga: Penumpang Kereta Api Melonjak 58 Persen di Momen Libur Panjang Maulid Nabi, Okupansi Hotel di Jogja Juga Meningkat

Ia menyampaikan, setidaknya ada tiga kandidat kuat yang masuk daftar. Dari tiga kandidat itu akhirnya pilihan jatuh kepada Jean Paul van Gastel, pelatih asal Belanda berlisensi A Pro UEFA, yang memiliki berbagai pengalaman melatih di kancah Eropa.

"Head coach akan berdampak signifikan pada banyak hal krusial dalam tim. Karena itu, kami pilih Van Gastel yang kami rasa paling tepat," kata Liana.

Secara garis besar, keputusan PSIM merekrut pelatih meneer Belanda itu juga tak lepas dari konteks sepak bola Indonesia saat ini. Banyak klub di Liga 1 yang mulai bernuansa Eropa, terutama Belanda, baik dari segi pelatih, pemain, hingga filosofi permainan.

Liana mengakui hal itu juga menjadi salah satu pertimbangannya dalam membangun pondasi skuad PSIM.

"Kami belajar dari klub-klub Liga 1 yang sudah lebih dulu beradaptasi dengan tren ini. Pemilihan Van Gastel ini bagian dari upaya PSIM agar naik level dan ikut standar kompetisi modern,"  tandasnya. (iza/laz)

 

Editor : Herpri Kartun
#BRI Super League 2025 #Yogyakarta #PSIM #Direktur Utama PSIM #Super League #Belanda #kompetisi modern #mindset #stabilitas #Super League 2025 #kota gudeg #strategi #Pro UEFA #Musim Perdana #Stakeholder #Jean Paul van Gastel #Jogja #manajemen #Yuliana Tasno #PSIM Jogja