Tiga kelompok usia (KU) yakni U16, U18, dan U20, turut ambil bagian dalam latihan itu. Dalam praktiknya, latihan digelar rutin di Lapangan Kenari, Jogja, dengan memanfaatkan tiga lapangan terpisah sesuai kelompok usia.
Penyatuan lokasi latihan dilakukan untuk memudahkan pengawasan sekaligus evaluasi dari tim pelatih. Sebelumnya, seleksi pemain EPA telah melalui dua tahap, yakni metode gim pada tahap awal, dilanjutkan dengan latihan teknis dan fisik.
Dari setiap KU, PSIM menetapkan sekitar 30 pemain dari kuota maksimal 35 pendaftaran.
Direktur Teknik EPA PSIM Erwan Hendarwanto menjelaskan, sejauh ini telah mendaftarkan sekitar 30 pemain untuk tiap kelompok usia.
"Sisa kuotanya tetap kita pantau. Manakala di putaran kedua nanti ada yang layak, bisa kita masukkan," ujarnya, Jumat (5/9/2025).
Menurutnya, jumlah pemain tersebut disesuaikan dengan kebutuhan kompetisi yang menggunakan format double game. "Kita bermain di Sabtu dan Minggu, sehingga butuh pemain ekstra. Jadi, 30 pemain itu jumlah yang ideal," tambahnya.
Lebih lanjut Erwan juga memaparkan, metode latihan yang akan diterapkan di EPA PSIM, yakni model 4+1. "Empat kali latihan dalam sepekan, setiap Selasa sampai Jumat. Untuk Sabtu atau Minggu nanti bersifat tentatif," jelas pelatih asal Magelang itu.
Diakui, dalam dua pekan pertama fokus utama latihan akan diarahkan pada pembentukan fisik dan peningkatan teknik individu. Setelah itu, barulah tim memasuki tahap taktikal.
"Satu bulan ini kita gunakan dua minggu untuk fisik sambil memperbaiki teknik individu. Dua minggu setelahnya baru fokus ke taktikal," terangnya.
Ia mencanangkan program ini diharapkan dapat membentuk pemain dengan kualitas fisik dan teknis yang mumpuni. Sekaligus menjadi aset penting bagi tim senior PSIM di masa depan.
Meski masih berstatus tim baru, PSIM berusaha menjaga keseimbangan antara optimisme dan realisme dalam membangun fondasi EPA.
"Targetnya realistis, karena ini tim baru. Tapi bukan berarti kita langsung menyerah. Tetap ada target agar pelatih dan pemain memiliki motivasi," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun