Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Rilis Single Debut Berjudul Cibeles, Sergio Ramos Incar Grammy Award Sebelum Trofi Champions League Sebagai Pelatih

Satria Putra Sejati • Rabu, 3 September 2025 | 16:55 WIB
Sergio Ramos incar grammy award setelah rilis singel terbaru berjudul Cibeles
Sergio Ramos incar grammy award setelah rilis singel terbaru berjudul Cibeles

RADAR JOGJA - Sergio Ramos berharap memenangkan Grammy Award sebelum mengangkat trofi Champions League sebagai pelatih.

Legenda Real Madrid dan Spanyol ini merilis single debutnya pada hari Minggu berjudul Cibeles, yang dinamai sesuai patung di Madrid saat merayakan trofi.

Bek berusia 39 tahun ini kini menjadi kapten klub Liga MX, Monterrey, tetapi masih sempat merekam lagu pertamanya.

Berbicara dalam sebuah wawancara dengan stasiun TV Spanyol, El Hormiguero, pada hari Senin, Ramos mengonfirmasi bahwa lirik lagu tersebut berkaitan dengan kepergiannya dari Real Madrid pada tahun 2021 dan mengatakan yakin dapat memenangkan Grammy, salah satu penghargaan tertinggi di dunia musik, sebelum mengangkat trofi Champions League sebagai manajer.

"Saya seorang yang optimis," kata Ramos. "Saya selalu memberi tahu orang-orang untuk bermimpi... Saya melihat diri saya dengan keduanya, memenangkan Champions League sebagai pelatih, tetapi saya melihat diri saya memenangkan Grammy dalam beberapa tahun ke depan, sebelum itu."

"Saya ingin bermusik di tahap kehidupan ini, saya ingin membagikan pengalaman yang saya miliki kepada orang lain. Dalam 5-7 tahun ke depan, saya melihat diri saya lebih terlibat dalam musik, karena musik memungkinkan kita untuk menggubah lagu, dan berada di rumah... Kita bisa bermusik, melakukan pekerjaan, dan juga mendedikasikan waktu untuk keluarga."

Ramos menjadi kapten Real Madrid, memenangkan 22 trofi dan tampil dalam beberapa momen ikonik sebelum hengkang pada tahun 2021, ketika klub tersebut menarik tawaran kontrak barunya.

Mantan pemain internasional Spanyol itu kemudian bergabung dengan Paris Saint Germain, sebelum menghabiskan satu musim di klub masa kecilnya, Sevilla, dan kemudian pindah ke Monterrey awal tahun ini.

"Ada hal-hal yang tak pernah kukatakan padamu, yang masih menyakitiku," begitulah lirik lagu Cibeles. "Aku tak pernah ingin pergi... Kuharap semuanya baik-baik saja untukmu, meskipun aku merasa sedih tanpamu. Untunglah aku pergi, karena kau tak memperlakukanku sama."

"Kau melupakanku, kau meninggalkanku," liriknya berlanjut. "Tanpa bisa memutuskan, itulah yang paling menyakitkanku."

"Ini lagu cinta. Hubungan apa yang tidak melibatkan rasa sakit dan penderitaan?" kata Ramos. "Ketika aku pergi ke Paris, aku menulis 60% lagunya, karena aku merasakannya. Rasanya menyakitkan. Tak seorang pun suka meninggalkan klub terbesar di dunia."

"Lagu adalah tentang momen. Lagu ini dirilis empat tahun setelah aku mulai menggubahnya. Tapi tak ada hubungan tanpa rasa sakit dan penderitaan, dan itu tercermin di sana. Ini lagu cinta, semuanya memiliki awal dan akhir... Ketika kau meninggalkan Real Madrid, rasanya menyakitkan." "Kau menjadi bagian dari masa lalu."

Video single tersebut menampilkan Ramos berdiri di Cibeles yang sepi (yang biasanya bundaran yang ramai di pusat kota Madrid) sebelum ia dihadang oleh seekor kuda putih.

Kemudian dalam klip tersebut, patung itu mulai runtuh, bersama dengan balai kota Madrid di dekatnya.

Ramos mengatakan arah barunya adalah puncak dari minat seumur hidupnya pada musik.

"Itu adalah cara hidup. Di setiap pertemuan, ulang tahun, saat Natal, kita semua berakhir bernyanyi, dengan gitar," katanya. "Itu telah menjadi bagian dari seluruh hidup saya, tetapi sepak bola tidak pernah mengizinkan saya untuk mendedikasikan waktu untuk itu sebagaimana yang dituntut oleh musik.

"Saat ini dalam hidup saya, saya ingin menggabungkannya dengan sepak bola, untuk membuat transisi itu dalam jangka pendek, dan membuat musik yang bagus dengan orang-orang terbaik dan mencoba menyampaikan kepada orang-orang sebagian dari diri saya, perasaan, dan pengalaman yang saya miliki."

Editor : Satria Putra Sejati
#spanyol #Monterrey #sergio ramos #real madrid #cibeles #Grammy Award