Dari empat laga yang sudah dilakoni Laskar Mataram sejauh ini, pemain berusia 21 tahun itu selalu dipercaya Pelatih Jean Paul van Gastel untuk bermain sejak menit pertama dan mengawal sisi kanan pertahanan.
Performa yang ditunjukkan Raka pun cukup baik dan menunjukkan peningkatan. Puncaknya di laga keempat PSIM saat bertandang ke markas Malut United.
Pemain yang sempat membela Persija Jakarta ini berhasil menyumbangkan satu umpan kunci yang kemudian dikonversi menjadi gol oleh Savio Sheva. Sekaligus Raka juga menjadi Man of The Match (MOTM) di laga itu.
"Syukur alhmdulillah atas poin maksimal di Malut. Kuncinya adalah kekompakan tim dan ini di luar ekspektasi saya," kata Raka kemarin (1/9).
Diakui, kunci kemenangan PSIM atas Malut adalah solidnya koordinasi antarlini para pemain PSIM.
Sekalipun PSIM bermain jauh dari kandang dan jauh dari dukungan langsung para suporter. "Together. Kompak antarlini jadi kunci kemenangan PSIM menghadapi Malut," ulasnya.
Secara statistik, dalam pertandingan menghadapi Malut, Raka mencatatkan capaian yang cukup impresif. Selain menyumbangkan satu assist, ia juga menorehkan 23 kali umpan sukses, dua kali tackle atau jegalan hingga mencatatkan enam kali intercepts atau pemotongan umpan, dan dua kali clearances atau sapuan bola.
Ia berharap ke depan tren positif yang dimiliki PSIM saat ini bisa terus ditingkatkan. Sekaligus dipertahankan dalam pertandingan pertandingan selanjutnya.
"Harapannya semoga ke depan bisa meraih poin maksimal terus," tandas pemain dengan nomor punggung 15 itu. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun