SLEMAN - Para penggawa PSS Sleman terus menempa diri dengan menjalani latihan serius jelang bergulirnya kompetisi Championship 2025/2026. Pada sesi latihan, para pemain diberikan materi variasi skema set pieces yang menekankan pentingnya efektivitas eksekusi bola mati sebagai salah satu senjata tim untuk mencetak gol.
Bek PSS Jajang Mulyana pun sering terlibat dalam sesi latihan itu. Keterlibatan Jamul, sapaan akrabnya, pada sesi latihan set pieces bukan karena pemain ini memiliki postur tubuh tinggi. Melainkan pemain berusia 36 tahun ini juga pernah menjadi striker saat menjalani sepak bola profesional sebelum pindah ke Mitra Kukar tahun 2011.
Mengawali karier sepak bola profesional sebagai seorang striker, kini posisi Jamul malah berbalik 360 derajat. Perubahan terjadi ketika bermain di Mitra Kukar, saat itu Jamul berubah menjadi bek untuk mengawal lini pertahanan timnya.
"Waktu itu saya diberikan opsi, posisi mana yang nyaman bermain sebagai striker atau bek. Pada saat itu saya memilih di bek dengan alasan sewaktu bermain bola di usia muda pernah menjadi bek. Jadi tidak perlu banyak adaptasi lagi," beber Jajang Jumat (29/8).
Empat musim berseragam Mitra Kukar, ia melanjutkan karir ke beberapa klub sebagai pemain belakang. Namun ketika mendarat ke Bhayangkara FC pada 2017, pemain berpenampilan nyentrik ini sempat bermain sebagai striker dalam lima pertandingan resmi. Tapi hal itu tak berlangsung lama, garis takdir pun kembali memintanya untuk kembali bermain sebagai seorang bek.
"Sewaktu di Bhayangkara FC ada kejadian pemain belakang mengalami cedera. Kemudian saya dijadikan opsi menjadi pemain belakang," ungkapnya.
Perpindahan posisi di Bhayangkara FC itu tentu meninggalkan kesan menarik dan tidak dapat dilupakan pria kelahiran Sumedang, 23 Oktober 1988 ini. Saat itu, sewaktu latihan Jajang yang bermain di posisi bek kerap diubah menjadi striker oleh sang pelatih.
Semenjak itu, dengan tekad yang sudah bulat, Jamul pun memutuskan bermain di posisi belakang. Menurutnya, hal itu terjadi sebagai bentuk adaptasi terhadap perubahan dalam dirinya serta sepak bola yang terus berkembang.
Mengingat saat ini banyak pelatih dan tim-tim di Liga Indonesia banyak yang mengandalkan pemain asing untuk di lini depan daripada mengandalkan para pemain lokal. Sehingga sejak 2017 ia pun konsisten bermain sebagai bek di setiap tim yang dibelanya.
"Secara kenyamanan, saya nyaman bermain di dua posisi itu. Namun untuk saat ini saya lebih memilih berada di posisi bek karena faktor usia," tandasnya. (ayu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita