Dalam dua laga itu, tribun penonton nyaris penuh dengan dukungan dan teriakan lantang dari para Brajamusti dan The Maident mendukung Laskar Mataram.
Menghimpun data dari perangkat pertandingan, laga kandang pertama PSIM kontra Arema FC pada 16 Agustus lalu didatangi 8.618 penonton.
Sementara laga kandang melawan Persib Bandung 24 Agustus kemarin didatangi sekitar 8.725 penonton.
Jumlah keterisian penonton itu terbilang cukup tinggi, mengingat kuota tiket yang disediakan hanya berkisar 10.000 di masing-masing laga.
Dukungan yang masif dari suporter ini mendapat perhatian sekaligus apresiasi dari Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel.
"Saya berharap di laga kandang kami bisa selalu dipenuhi oleh suporter," katanya Senin (25/8/2025).
Namun demikian, pelatih yang pernah menakhodai NAC Breda sekaligus membawanya promosi ke Eredivisie ini menuturkan, secara pribadi ia tidak kaget dengan militansi dan dukungan penuh yang diberikan suporter.
"Sejak latihan perdana PSIM, itu sudah terlihat. Banyak suporter yang datang. Jadi saya tidak kaget saat mereka memenuhi stadion," ungkapnya.
Diakui, dukungan dari para suporter memiliki signifikansi yang besar terhadap motivasi dan moral bertanding para pemain. Sehingga, secara garis besar dukungan itu diharapkan akan selalu datang di laga-laga PSIM.
Di sisi lain, Kapten PSIM Reva Adi Utama juga mengamini hal yang sama. Baginya, kehadiran para suporter sangat penting, dan menjadi komponen pemain ke-12.
"Terima kasih untuk para suporter. Jangan surut mendukung kami," ungkapnya.
Reva menegaskan, ia bersama seluruh pemain lainnya akan terus berusaha maksimal di setiap laga dan berupaya untuk memberikan hasil terbaik bagi PSIM.
"Dukung kami dalam situasi apa pun. Sebagai pemain kami akan memberi yang terbaik untuk PSIM dan Jogja," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun