Dalam dua pertandingan uji coba terakhir, Super Elja sudah menghadapi dua tim kompetisi Liga 1 yakni Sumsel United dan Bekasi FC.
Meskipun harus turun kasta di musim 2025/2026 ini, semangat juang Laskar Sembada tidak pernah luntur.
Sehingga beberapa laga pramusim itu menjadi ajang penting untuk mengukur kekuatan dan kelemahan tim.
Manajer Teknis PSS Sleman Pieter Huistra yang masih membersamai tim kebanggaan masyarakat Sleman di musim 2025/2026 ini pun memberikan pandangannya tentang perbedaan atmosfer pertandingan antara kompetisi Super League dan Championship.
Menurutnya, ada perbedaan intensitas permainan di antara kedua kompetisi itu, terutama dalam hal intensitas permainan.
Secara keseluruhan, permainan tim-tim di Championship memiliki intensitas sangat tinggi.
Maka dari itu dengan sudah melakoni pertandingan melawan tim-tim Championship lalu, hal tersebut dapat memberikan pengalaman sangat berharga bagi timnya.
"Menarik untuk bermain dengan tim championship. Karena kami juga bermain dengan tim Championship. Mereka sangat mengandalkan fisik dan mencoba untuk berlawan," ungkapnya, Senin (18/8/2025).
Meskipun secara keseluruhan intensitas permainan di kompetisi Championship dirasa sangat tinggi, Huistra melihat ada perbedaan dalam hal transisi dan serangan.
"Di transisi dan di serangan tidak begitu tinggi. Jadi, kami juga harus kuat," tegasnya.
Berbagi hal itu tentu bakal menjadi catatan penting bagi skuad PSS. Sehingga secara pribadi Huistra meminta tim besutan Ansyari Lubis ini harus bisa lebih kuat dalam duel satu lawan satu.
Atau lebih cepat dalam pergerakan untuk menghindari situasi tersebut.
"Kami harus lebih cepat agar kami tidak terlibat dalam situasi satu lawan satu," cetusnya. (ayu/laz)
Editor : Herpri Kartun