Seperti diketahui sport science merupakan wadah besar berbagai disiplin ilmu dalam proses mencapai prestasi olahraga dan kebugaran yang prima. Sports science terdiriberagam disiplin ilmu. Di antaranya fisiologi, biomekanika, nutrisi, strength and conditioning dan manajemen olahraga.
“Selama ini, banyak pelatih dan tim pembinaan masih menggunakan metode pencatatan manual untuk menilai kemajuan atlet,” ujar Founder BMS Ragil Atmaja di kantor SPHC Jalan Kiai Mojo No. 70 Yogyakarta, pada Minggu (17/8/2025).
Metode pencatatan manual rentan terjadi kehilangan data. Kesulitan analisis jangka panjang. Karena itu, BMS hadir menjawab tantangan tersebut. Menyediakan sistem pencatatan berbasis cloud yang menyimpan riwayat tes fisik, vital sign, dan functional movement screening (FMS). Kemudian komposisi otot, komposisi lemak, serta parameter kebugaran lainnya.
“Kami percaya pembinaan atlet di era modern harus berbasis data. Dengan BMS, pelatih tak hanya mencatat, tapi juga dapat menganalisis tren perkembangan atlet secara komprehensif,” ujar mantan pelatih kepala di PON Papua Cabor Taekwondo DIY ini.
Menurut dia, BMS menawarkan fitur unggulan seperti dashboard interaktif dengan visualisasi data berupa grafik, body wireframe, dan tren progres.Integrasi alat ukur fisik dan postur untuk hasil yang lebih akurat. Akses multi-user untuk pelatih, tenaga medis, dan pengurus organisasi olahraga. Juga riwayat data yang terpusat untuk memudahkan evaluasi dan perencanaan latihan jangka panjang.
Pengembangan BMS melibatkan tim teknologi informasiprofesional Ahmad Shoffaturrahman Wahid dan Gontang Ragil Prakasa. Keterlibatan itu dalam rangka memastikan keamanan, kestabilan, dan kemudahan penggunaan sistem ini.
Dengan peluncuran bertepatan dengan peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025, SPHC berharap BMS dapat menjadi bagian dari transformasi digital olahraga nasional. Mendukung visi Kementerian Pemuda dan Olahraga RI dan KONI meningkatkan prestasi atlet Indonesia. “Melalui pembinaan yang berbasis data dan pencegahan cedera secara dini,” lanjut Ragil.
Terkait SPHC merupakan pusat kesehatan dan kebugaran yang fokus pada koreksi postur, pencegahan cedera, dan optimalisasi performa atlet.
“Dengan inovasi seperti BMS, kami berkomitmen membawa sport science Indonesia ke level yang lebih tinggi,” ujarPimpinan SPHC dr Dewi Lestari. (kus)
Editor : Bahana.