JOGJA - PSIM Jogja menegaskan komitmennya membangun fondasi sepak bola berkelanjutan dengan menyatukan filosofi permainan dari tim senior hingga level akademi.
Langkah ini tengah diimplementasikan melalui program Elite Pro Academy (EPA) PSIM yang kini masih dalam tahap seleksi pemain.
Asisten Pelatih PSIM sekaligus Direktur Teknik (Dirtek) EPA PSIM Erwan Hendarwanto menjelaskan, rencana ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang klub. EPA PSIM sendiri membawahi tiga kelompok usia (KU), yakni U-16, U-18, dan U-20.
"Kami mencari pemain yang mampu beradaptasi dengan filosofi permainan tim senior. Tujuannya agar ada kesinambungan gaya bermain dari level akademi sampai ke tim utama," ujar Erwan Selasa (12/8).
Menurutnya, EPA menjadi basis pembibitan pemain masa depan PSIM. Proses seleksi dilakukan secara ketat untuk memastikan hanya talenta terbaik yang bertahan.
Pada akhir pekan ini pihaknya akan melakukan evaluasi menyeluruh guna memilih 30 pemain terbaik di setiap KU.
Tahap akhir seleksi kemudian akan menyaring jumlah itu menjadi 20 pemain inti per kelompok usia.
Namun Erwan menegaskan manajemen tetap membuka peluang bagi pemain di luar kuota jika dinilai memiliki potensi besar.
"Dari manajemen, final EPA diambil 20 peserta tiap KU. Tapi kalau ada potensi yang cukup bagus, kita bisa ambil lebih," ujarnya.
Proses seleksi EPA PSIM Jogja ini dipimpin langsung Erwan dengan dukungan tiga pelatih yakni Andika Pratama (U-20), Giovanni Akbar (U-18), dan Dimas Priambodo (U-16).
Mereka bertugas memastikan setiap pemain tidak hanya memenuhi aspek teknik, tetapi juga siap mengadopsi karakter permainan khas Laskar Mataram.
Dengan strategi ini, PSIM berharap generasi muda mereka tidak hanya terampil secara individu. Tetapi juga mampu tampil solid dan konsisten di bawah filosofi permainan klub. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun