JOGJA - Kompetisi BRI Super League musim 2025/2026 resmi dimulai kemarin (8/8). PSIM Jogja memainkan laga perdana menghadapi Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) mulai pukul 19.00.
Secara timeline, BRI Super League 2025/2026 akan berlangsung selama 34 pekan atau sekitar delapan bulan. Diperkirakan akan berakhir pada awal atau pertengahan April 2026.
Dengan timeline kompetisi yang panjang dan intens itu, berbagai aspek mulai dari fisik, mental, hingga komposisi pemain jadi sangat penting. Hal itu juga disadari oleh Pelatih PSIM Jean Paul van Gastel.
Van Gastel menekankan, salah satu hal yang disoroti adalah pentingnya adaptasi terhadap intensitas pertandingan yang lebih tinggi di Liga 1 ini.
Perubahan gaya bermain dan pola pikir para pemain menjadi fokus utama tim pelatih agar PSIM bisa tampil kompetitif di level tertinggi sepakbola Indonesia.
"Intensitasnya akan lebih tinggi nanti di Super League. Jadi kita akan meningkatkan cara bermain dan berpikir untuk adaptasi," katanya Jumat (8/8).
Selain aspek taktik, fisik, dan teknik yang terus ditingkatkan, ia berujar mental dan mindset pemain juga jadi salah satu hal yang digembleng. "Mindset sangat penting untuk diubah.
Banyak pemain kita dari Liga 2 sebelumnya. Itu mindset-nya harus diubah dan ditingkatkan," ulasnya.
Dalam persiapannya menjalankan kompetisi, termasuk laga perdana menghadapi Bajul Ijo, Laskar Mataram sendiri berupaya meningkatkan performa latihan.
Termasuk melakukan latihan dalam tempo tinggi dan melakukan simulasi seperti laga sesungguhnya.
Ini untuk menjaga konsistensi performa di tengah ritme pertandingan yang menuntut stamina dan fokus ekstra.
"Hal yang saya harapkan dari pemain adalah untuk bisa menjaga level intensitas di Super League, bisa tinggi dan tetap stabil," tandas pelatih asal Belanda ini. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun