Atlet para badminton andalan DIY, Qonitah Ikhtiar Syakuroh kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang internasional.
Dalam ajang Women’s Single SL3 di ajang British & Irish Para Badminton International 2025, atlet disabilitas asal Kulon Progo ini berhasil menyabet medali perak.
Qonitah masih belum bisa mempertahankan perolehan medali emasnya karena tunduk dari Mariam Eniola Bolaji atlet asal Nogeria dengan skor 1-2 di partai final.
Meski begitu, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) DIY tetap menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada Qonitah Ikhtiar Syakuroh.
Atlet berusia 23 tahun itu kembali menunjukkan kelasnya sebagai salah satu atlet para-badminton terbaik dunia.
"Meski akhirnya harus merelakan kemenangan di gim ketiga, performa Qonitah sepanjang pertandingan memperlihatkan bahwa ia berada di jalur yang tepat menuju level tertinggi dunia," ucap Ketua Umum NPCI DIY Imam Kunantoro, Selasa (29/7).
Imam mengatakan, raihan medali perak yang didapatkan oleh Qonitah bukan hanya sebagai bentuk pencapaian saja, tetapi bukti nyata semakin siap bersaing di level global.
"Termasuk menuju panggung Paralimpiade Los Angeles 2028," ujarnya.(ayu)
Editor : Bahana.