JOGJA - Dalam upayanya mengarungi kompetisi BRI Super League 2025/2026, PSIM Jogja terus mematangkan persiapan.
Termasuk mendatangkan banyak pemain baru di berbagai posisi, hingga merekrut pelatih kepala anyar asal Belanda, Jean Paul van Gastel.
Sepak terjang Laskar Mataram di kompetisi tertinggi sepak bola Indonesia itu layak dinantikan, karena mereka berpredikat sebagai juara Pegadaian Liga 2 2024-2025.
Asisten Pelatih PSIM Jogja Erwan Hendarwanto mengungkapkan, sinergitas dan koordinasi terus dilakukan secara intensif, termasuk dengan Pelatih Kepala Jean Paul van Gastel.
"Boleh dikatakan koordinasi dan adaptasi cukup bagus dan lancar," katanya kepada Radar Jogja, Senin (28/7).
Erwan mengungkapkan, sekalipun ia sudah tidak lagi menjadi pelatih kepala, beberapa racikan strategi PSIM musim lalu, yang mana ia menjadi pelatih kepala, masih akan tetap dipertahankan.
"Coach Van Gastel akan menggunakan game plan yang kita mainkan di Liga 2 kemarin," ungkapnya.
Namun, skema tersebut akan ditambah dengan racikan filosofi dari berbagai pengalaman melatih yang sudah dimiliki Van Gastel.
Jadi secara garis besar game plan yang sudah ada itu akan disempurnakan dengan filosofi dan skema-sma baru yang dibawa Van Gastel.
"Secara game plan tidak banyak berubah. Sejauh ini para pemain juga cukup mudah mengikuti," tuturnya.
Terkait komposisi starting eleven atau 11 pakem pemain PSIM, Erwan berujar secara keseluruhan hak preogratif ada di pelatih kepala.
Ia menekankan, sekalipun game plan-nya sama, ada individu-individu yang memang berubah, karena dinamika keluar masuk pemain juga terjadi di tim.
"Jadi mungkin ada rotasi di tiap-tiap posisi, tapi itu tidak masalah. Sejauh ini juga progresnya cukup bagus," tandasnya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun