SLEMAN - Di tengah-tengah kemeriahan peresmian Eigerian Yogyakarta, di Sibu Resto Sleman, Minggu (27 Juli 2025) Radar Jogja bersua dengan anak muda yang memiliki kontribusi besar di dunia pecinta alam.
Dia adalah Singgih Ainin Muttaqin.
Jebolan Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) angkatan 2008 itu merupakan orang yang dipercaya Eiger Adventure sebagai penyuplai hammock.
Hammock adalah tempat tidur gantung yang terbuat dari kain atau jaring dan tali.
Yang digantung di antara dua titik untuk berayun, tidur, atau beristirahat.
Secara harfiah, hammock dalam bahasa Indonesia berarti "tempat tidur gantung".
Hammock sering digunakan saat berkegiatan di alam terbuka seperti hiking atau camping karena mudah dibawa dan bisa menggantikan tenda dalam kondisi tertentu.
Hammock juga bisa digunakan sebagai perabot rumah tangga untuk bersantai di halaman belakang atau bahkan di dalam ruangan
Singgih bercerita, saking cintanya dan akan dunia kepencitaalaman dan panjat tebing saat kuliah, dia pun bercita-cita untuk hidup dari hobby-nya itu.
''Menjadikan hobby sebagai pekerjaan dan profesi. Itulah yang saat ini saya geluti,'' tutur ayah seorang anak ini.
Awalnya, dia mencari tahu cara membuat dan bahan hammock dari internet.
Lalu dia coba membuat dan dia tawarkan ke media sosial Facebook.
''Ternyata antusiasme dari para pecinta alam pada hammock buatan saya sangat tinggi, saat itu,'' kata anak muda yang disekolahkan orangtuanya ke Jogja dari Medan itu.
Saking terkenalnya hammock buatan Singgih tersebut, akhirnya Eiger Adventure pun ikut melirik produknya.
Para petinggi dan pengambil keputusan di Eiger Adventure menemuinya.
Dia diminta memproduksi hammock setara dengan kualitas produk yang dijual store Eiger yang terkenal memiliki quality control ketat.
Singgih pun menyanggupi permintaan dari Eiger Adventure. Bahkan dia tak main-main, meminta pihak UGM untuk menguji kekuatan hammock buatannya.
''UGM mengeluarkan sertifikat yang menjelaskan bahwa hammock buatan kami diberi tarikan seberat 2.000 kg baru putus. Artinya, hammock kami sangat kuat,'' ujar Singgih.
Sebagai penyuplai hammock di Eiger Adventure sejak 2021, Singgih sangat menjaga kepercayaan dari Eiger.
''Bagaimanapun, bisnis itu dasarnya kepercayaan. Maka kami sangat menjaga trust yang diberikan Eiger kepada kami,'' ujar Singgih.
Eiger Adventure, kata Singgih, sangat peduli dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) seperti dirinya.
"Saat ini kami sudah mampu memenuhi permintaan hingga 2.000 hammock ke Eiger Adventure,'' ujar Singgih.
Saat ini, sesuai dengan motto Eiger Adventure yang ramah lingkungan, sisa kain bahan hammock, Singgih sulap menjadi produk tas.
Lelaki yang pernah melakukan Ekpedisi Gunung Elbrus (gunung tertinggi di Rusia dan Eropa) membawa bendera UMY pada 2014 itu kini juga sering diundang menjadi pemateri seminar menjadikan hobby menjadi bisnis.
''Yang penting adalah menjalin networking dan relasi. Saya juga selalu menggelar Outdoor Lifestyles Festival Indonesia, event tahunan di Jogja Expo Center,'' kata pemilik hak cipta desain industri Hammock Tenda. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin