SLEMAN - PSS Sleman harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1 dalam laga uji coba bertajuk 'Team Launching Game' di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (19/7) malam lalu. Meski sejumlah pihak menilai Laskar Sembada sudah mampu memberikan perlawanan, Pelatih Kepala Ansyari Lubis masih memiliki berbagai catatan evaluasi untuk timnya.
Secara spesifik Ansyari mengaku telah menyoroti masalah transisi dari menyerang ke bertahan yang dialami timnya dalam laga uji coba itu.
Baginya, masalah transisi masih menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi tim pelatih jelang berlaga di Kompetisi Championship musim 2025/2026 nanti. "Mungkin chemistry antara pemain itu belum dapat," ujarnya, Senin (21/7/2025).
Selain masalah taktik, kondisi fisik pemain juga menjadi perhatian utama Ansyari dalam melihat skuad-nya usai menjalani laga uji coba melawan Bajul Ijo. Pelatih berusia 54 tahun ini menilai kondisi fisik anak asuhnya masih kurang baik saat melakoni laga uji coba lalu. "Kami kan baru dua minggu berlatih. Tapi dengan hasil pertandingan kemarin sudah cukup puas," tegasnya.
Hasil uji coba melawan Persebaya menjadi pembelajaran berharga bagi tim pelatih PSS untuk membenahi kekurangan dan memperkuat tim sebelum kompetisi resmi bergulir. Oleh karena itu, tim pelatih akan terus mematangkan persiapan melalui serangkaian uji coba.
Hal itu dilakukan dengan harapan tim pelatih dapat melihat perkembangan signifikan dari para pemainnya. "Di pertandingan dan uji coba yang akan datang, kami akan melihat perkembangan seperti fisik dan mental. Harapannya, pemain dapat menjalankan taktikal secara baik dan benar," tandasnya. (ayu/laz)