RADAR JOGJA - Leicester City akhirnya menunjuk Marti Cifuentes sebagai manajer baru. Dia telah menandatangani kontrak tiga tahun untuk mengambil alih kendali di King Power Stadium.
Ia datang sebagai pengganti Ruud van Nistelrooy, yang hengkang menyusul terdegradasinya klub dari Premier League.
Kepergian pelatih asal Belanda ini terjadi 34 hari setelah akhir musim, meskipun ia hanya meraih empat kemenangan dalam 25 pertandingan liga selama masa jabatannya.
Marti diberi cuti pada bulan April oleh tim sebelumnya, QPR, sebagai bagian dari kesepakatannya untuk meninggalkan klub.
Kepergiannya dari Loftus Road terjadi hanya beberapa bulan setelah menandatangani kontrak jangka panjang dengan klub.
Untuk bisa pindah ke East Midlands, biaya kompensasi sebesar £500.000 harus dibayarkan kepada QPR.
Pelatih kelahiran Catalan ini telah memimpin 83 pertandingan sebagai pelatih QPR, memenangkan 29 pertandingan, seri 23 kali dan kalah 31 kali.
"Sebuah kehormatan besar untuk ditunjuk sebagai manajer Leicester City," ujar pelatih 43 tahun tersebut.
"Ini adalah klub yang fantastis dengan sejarah yang membanggakan dan merupakan sebuah kehormatan bagi saya untuk diminta membantu menulis bab berikutnya. Saya tidak sabar untuk mengenal para pemain, serta menjalin hubungan dengan para pendukung dan kota ini dalam beberapa minggu dan bulan ke depan," ujarnya.
“Saya dapat melihat semangat yang ada di sini, dan saya bersemangat untuk memulai perjalanan ini bersama-sama.”
Cifuentes akan bergabung dengan asisten manajer Xavi Calm, yang pernah bekerja bersamanya di QPR.
Ketua Leicester, Aiyawatt Srivaddhanaprabha, memuji kedatangan sang manajer baru. Ia bersikeras bahwa Cifuentes dapat membantu klub meraih kesuksesan selama masa kontraknya.
"Kami sangat senang menyambut kedatangan Martí ke Leicester City. Energi, ambisi dan kejelasan idenya sangat menonjol selama proses perekrutan.
"Kami merasa yakin bahwa mendatangkannya ke klub akan membantu kami menciptakan kesuksesan yang kami inginkan di tahun-tahun mendatang.
“Martí adalah sosok yang sangat cocok untuk klub sepak bola kami - kualitas pribadi dan kepelatihannya akan sangat penting untuk membangun sebuah identitas yang dapat dilihat oleh para pendukung kami di lapangan.”
Cifuentes pertama kali menangani QPR pada tahun 2023 dan membantu klub bertahan di Championship.
Dia sebelumnya pernah melatih di Swedia, membawa Hammarby IF menjuarai Piala Swedia.
Pertandingan kompetitif pertamanya sebagai manajer the Foxes akan datang melawan Sheffield Wednesday pada 10 Agustus.
Editor : Satria Putra Sejati