JOGJA - Manajemen PSIM Jogja terus menunjukkan komitmen serius pada pengembangan talenta muda di DIJ melalui program Elite Pro Academy (EPA). Manajemen ingin memastikan keberlanjutan regenerasi pemain berkualitas bagi tim berjuluk Laskar Mataram ini.
Manajer PSIM Razzi Taruna menjelaskan, program EPA di PSIM kini berjalan aktif. Erwan Hendarwanto yang dipercaya memegang kendali akademi, telah membentuk tim pemandu bakat (scouting) beranggotakan empat orang pilihan untuk membantunya membentuk akademi. "Sekarang empat orang itu sudah bergerilya untuk scouting di semua level," ungkapnya Selasa (15/7).
Menurut Razzi, hasil pantauan Erwan Hendarwanto dan keempat anggota timnya akan dikomunikasikan lagi secara mendalam terhadap manajemen PSIM. Dari diskusi itu, diharapkan akan muncul nama-nama calon pemain yang akan mengisi skuad tim EPA PSIM untuk musim perdana. "Jadi nanti mayoritas akan dari tim Soeratinnya Jogja," lontarnya.
Dalam pembentukan tim EPA ini, manajemen PSIM tetap akan komitmen mengakomodasi para pemain lokal dari Jogja. Oleh karena itu, manajemen saat ini mempercayakan penuh Erwan beserta tim agar bisa memenuhi kriteria yang diberikan manajemen.
"Nanti Jean-Paul van Gastel juga akan membantu filosofi di semua level EPA dan nanti Coach Erwan yang akan meneruskan," ungkapnya.
Untuk memastikan program EPA berjalan optimal, manajemen PSIM juga berencana menunjuk seorang direktur akademi baru. Hal ini dilakukan mengingat Erwan nantinya akan lebih banyak terlibat di tim utama dengan menjadi asisten pelatih. "Nanti akan ada orang khusus yang lisensinya pro juga. Kami sudah punya, nanti dia fokus di EPA," ungkap Razzi. (ayu/laz)