RADAR JOGJA - Kemenangan Chelsea di final Piala Dunia Antarklub melawan Paris Saint Germain pada Senin (14/7) dini hari diwarnai pertikaian pasca pertandingan di MetLife Stadium.
Pertikaian tersebut melibatkan pelatih PSG Luis Enrique, kiper Gianluigi Donnarumma, pemain belakang Achraf Hakimi dengan penyerang Chelsea, Joao Pedro.
Saat para pemain the Blues merayakan kemenangan mereka, sejumlah pemain Les Parisiens berhadapan dengan sang pencetak gol, Pedro, di luar lingkaran tengah lapangan sebelum Luis Enrique terlihat mendorong sang penyerang, yang sedang berhadapan dengan Hakimi dan Donnarumma.
Pedro terjatuh ke tanah dan aksi saling dorong terus berlanjut sebelum pelatih Chelsea, Enzo Maresca, turun tangan untuk menjauhkan rekannya sesama pemain Italia, Donnarumma.
Konfrontasi berlanjut di atas lapangan saat panggung presentasi pasca-pertandingan mulai digerakkan ke atas permukaan lapangan. Penyerahan penghargaan baru dimulai 30 menit setelah peluit akhir dibunyikan.
Penampilan gemilang Cole Palmer di babak pertama membawa Chelsea meraih kemenangan bersejarah atas juara Liga Champions musim lalu.
Sang gelandang serang asal Inggris mencetak dua gol dan memberikan satu asis untuk Pedro dalam sebuah penampilan luar biasa dalam pertandingan penentuan turnamen dengan format baru, yang membuat sang juara Eropa dan Perancis, yang bermain dengan 10 pemain, terkejut.
Penderitaan Les Parisiens semakin lengkap ketika Joao Neves diusir keluar lapangan karena menarik rambut Marc Cucurella di menit ke-83, saat para pemain PSG semakin frustasi seiring berjalannya pertandingan.
Pertemuan tersebut berubah menjadi pertandingan yang kurang baik di akhir pertandingan, dengan para pemain saling serang setelah peluit akhir dibunyikan.
Namun keributan tersebut dengan cepat menghilang saat para pemain Chelsea pergi untuk merayakannya bersama para penggemar mereka.
Editor : Satria Putra Sejati